SOSIALISASI APP 2026
Hari itu jumad, 13 February 2026, saya bersama para katekis (Guru agama katolik) Paroki St. Yakobus Rasul - Bukapiting (SAYORA) dan Penyuluh non ASN Kementrian Agama Kabupaten Alor mengikuti sosialisasi Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 di Gereja Paroki Yesus Gembala Yang Baik-Kalabahi. Hadir dalam kegiatan tersebut adalah para utusan dari tiap-tiap paroki yang berada dalam wilayah Kabupaten Alor, baik dari kalangan Dewan Pastoral Paroki (DPP), para katekis, para penyuluh non ASN dan para pegawai kementrian agama Kabupaten Alor. Perlu diketahui bahwa dalam wilayah Kabupaten Alor, terdapat empat paroki yakni Paroki Yesus Gembala Yang Baik -Kalabahi, Paroki Santa Maria dari Fatima-Kalongbuku -Moru, Paroki St. Yakobus Rasul -Bukapiting dan Paroki St. Yohanes Rasul-Helangdohi-Pantar. Dalam moment sosialisasi tersebut, RD. Marsel Seludin hadir sebagai Pemateri sosialisasi APP sekaligus sebagai ketua komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Kupang. Jumlah peserta yang hadir dalam sosialisasi ini diperkirakan 60 orang, baik dari utusan tiap-tiap paroki maupun dari para pegawai Kementrian agama Kabupaten Alor.
Dalam paparan materinya, RD. Marsel memfokuskan pembicara seputar tema umum Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 dan penekanan pada sub-sub tema yang merupakan tema pertemuan setiap Minggu selama empat Minggu pertemuan katekese. Setiap tema memiliki pendasaran biblis, pesan pastoral dan aplikasi konkrit dalam praksis hidup umat beriman. Sesuai dengan arahan dan anjuran bapak-bapak Uskup dalam konferensi waligereja indonesia (KWI), tema umum APP tahun 2026 adalah GERAKAN MISIONER GEREJA DALAM MENGHADIRKAN PENGHARAPAN. Dalam sapaan awalnya RD. Marsel mengatakan bahwa kita kembali memasuki masa prapaskah dalam lingkaran tahun liturgi gereja. Masa liturgis ini merupakan saat-saat berahmat, dimana kita memasuki dan menjalankan ret-ret agung untuk merefleksikan kembali makna ziarah hidup iman kita, menimba nilai-nilai rohani baru, yang mengokohkan jati diri dan kesaksian hidup sebagai murid-murid Kristus ditengah-tengah dunia ini, yang sungguh amat maju dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang serba cepat dan canggih. Selama empat puluh hari kita akan bergumul bersama sebagai satu persekutuan umat Allah dalam olah rohani untuk menemukan kembali nilai-nilai iman yang mendasari seluruh kesaksian hidup kita. Dengan doa, mati raga dan amal kasih, kita diharapkan mampu menghadirkan wajah gereja yang penuh belas kasih dan terus mengalirkan Rahmat kasih Allah kepada semua orang dan semua ciptaan. Lebih lanjut RD. Marsel menegaskan bahwa memaknai masa prapaskah ini kita akan masuk dalam katekese App sebagai ruang dialog dan perjumpaan iman untuk saling meneguhkan dan saling menopang dalam perjalanan kehidupan kita didunia ini. Setelah menjelaskan latar belakang dan pendasaran utama tentang masa prapaskah, RD. Marsel kembali menjelaskan tentang tema umum APP dan sub-sub tema tiap Minggu selama empat Minggu.
A. Tema minggu pertama adalah doa sebagai sumber gerakan APP dalam bermisi.
Tujuan: agar umat paham bahwa gerakan APP bersumber dari pengalaman doa yang berbuah pada pertobatan dan kepedulian kepada sesama sebagai wujud misi gereja.
Dasar Biblis: Kis. 12:24 -- 13:3
Pesan Teologis: Gereja bersifat misioner: para murid adalah misionaris-misioaris yang diutus untuk mewartakan Injil dimana pun berada. Allah mengutus para murid dalam bimbingan Roh Kudus untuk mewartakan Injil kepada para bangsa. Gereja beribadah, berpuasa dan berdoa untuk para misionaris yang berkarya dimanapun demi pewartaan Injil.
B. Tema minggu kedua adalah pantang dan puasa sebagai dasar solidaritas misioner.
Tujuan: agar umat memahami bahwa pantang dan puasa kita akan semakin memiliki empati dan kepedulian untuk mereka yang berkekurangan; agar umat menyadari bahwa budaya solidaritas menjadi buah dari pantang dan puasa.
Dasar Biblis: Mat. 4:1-11
Pesan Teologis: Puasa Yesus dan kemenangan atas godaan iblis menjadi dasar bagi para murid Kristus untuk melakukan puasa dalam alur yang sama demi tugas perutusan yang diterima dari Allah; puasa Yesus menjadi contoh bagi para murid Kristus dalam ikhtiar dalam pendisiplinan diri yang memampukan para murid untuk mengatasi kecenderungan insani yang berorientasi pada kebutuhan jasmani, popularitas murahan dan kekuasaan duniawi.
C. Tema minggu ketiga adalah menghadirkan harapan bagi jeritan bumi dan jeritan orang-orang miskin.
Tujuan: agar umat semakin memahami bahwa APP adalah misi gereja menghadirkan pengharapan bagi jeritan bumi dan jeritan orang-orang miskin; agar umat semakin memahami bahwa derma APP merupakan gerakan solidaritas iman sebagai buah dari doa, puasa dan pantang selama masa prapaskah.
Dasar Biblis: Luk. 4:16-21
Pesan Teologis: Allah berinisiatif untuk menyelamatkan manusia berdosa melalui perutusan Yesus Putera-Nya; Perutusan dan kehadiran Yesus membawa harapan baik kepada semua manusia yang merindukan kelepasan dari dosa dan penderitaan.
D. Tema minggu keempat adalah wujud misi ber-APP adalah melakukan perbuatan-perbuatan baik Allah.
Tujuan: agar umat menyadari bahwa gerakan APP sebagai misi gereja terarah kepada perbuatan-perbuatan baik Allah sesuai dengan situasi umat setempat; agar umat menyadari bahwa derma APP merupakan wujud solidaritas antar umat yang dapat diakses untuk pemberdayaan umat sesuai kebutuhan dan kondisi umat paroki.
Dasar Biblis: Yak. 2:14-26
Pesan Teologis: iman kristiani mecakup dua hal yakni doktrin dan praksis, antara ajaran dan penghayatan. Pada tataran doktrin, iman dirumuskan, diajarkan dan dipahami untuk menjadi bagian dari kehidupan kristiani secara konseptual. Pada tataran praksis, iman yang dimiliki dan dipahami itu diwujudkan dalam perbuatan-perbuatan kasih, keadilan, kebenaran, solidaritas, dan lain-lain yang mengarahkan kepada terwujudnya bonu commune (kebaikan bersama); para murid Kristus dipanggil dan diutus untuk memberi kesaksian iman justru melalui perbuatan-perbuatan bukan hanya pada perkataan tanpa aplikasi iman. Perbuatan kasih adalah konkritisasi iman akan Kristus.
Demikianlah penjelasan dan penegasan dari ketua komisi PSE dalam sesi sosialisasi atau penyampaian tentang tema umum APP dan sub-sub tema tiap Minggu dalam pertemuan katekese. Selesai dengan sesi penjelasan dan penjabaran tentang tema APP, dilanjutkan dengan sesi diskusi (dialog) dimana peserta diberi waktu untuk bertanya sebagai proses pendalaman pada materi yang telah disampaikan. Ada sebagian peserta yang memperoleh kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi langsung dgn ketua komisi. Setelah melewati sesi diskusi, ada moment untuk foto bersama para peserta dengan ketua komisi PSE. Selesai foto bersama, dilanjutkan dengan Snack bersama lalu sayonara. (Alfons H).
Komentar
Posting Komentar