DI BALIK DINDING BIARA
Sebut saja namanya Maria, seorang gadis berasal dari sebuah dusun yang jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kekotaan. Hidup bersama kedua orang tua dan keluarga di dusun itu terasa begitu menyenangkan dan sangat berarti bagi dirinya dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Suasana kehidupannya di dusun itu membuat Maria merasa disayang dan dicintai oleh kedua orang tua, keluarga dan sahabatnya. Setelah menamatkan pendidikan pada sekolah menengah pertama (SMP), Maria melanjutkan pendidikan tingkat atas (SMA) di sebuah kampung yang berdekatan dengan kampungnya, sehingga jarak tempuh dari rumah ke sekolah hanya berjalan kaki. Setiap pagi di setiap hari Maria berjalan kaki dari rumah ke sekolah dan begitupun sebaliknya. Rutinitas kehidupan seperti ini adalah sebuah kebiasaan yang sudah ia jalani hari demi hari, waktu demi waktu. Tidak ada rasa jenuh dan bosan, karena memang suasana dan panorama irama hidup seperti ini sudah menjadi sebuah budaya bagi sebagian besar orang desa (kampung)...