Postingan

GEREJA DAN SIKAP CUEK UMAT

Gambar
Setelah sekian tahun menjalani tugas pelayanan di Paroki, saya terperangah dan merasa heran dengan munculnya fenomena sikap cuek umat terhadap kegiatan-kegiatan di Gereja. Saya menulis ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap munculnya fenomena cuek ini dikalangan umat, yang membuat saya kadang bodoh untuk memahami dan seakan terlalu pintar untuk menilai. Gereja bukan hanya sebagai sebuah tempat untuk beribadah, tetapi juga sebuah persekutuan umat yang dipanggil untuk hidup bersama, saling memperhatikan dan mengambil bagian dalam karya pelayanan. Karena itu keaktifan umat dalam berbagai kegiatan gereja merupakan bagian penting dari kebersamaan hidup menggereja. Namun akhir-akhir ini sebagian umat yang semakin jarang terlibat dalam kegiatan gereja. Salah satu faktor penyebab adalah munculnya sikap cuek atau ketidakpedulian terhadap kehidupan bersama. Ada banyak umat terlalu sibuk dengan urusan duniawi, yang memberi kesenangan sesaat dan semacam mencari pujian dari kegiatan-k...

DIPRETELI TAPI TETAPLAH TERBAIK

Gambar
Dunia kadang ganas tapi kadang juga jinak. Dunia kadang keras tapi kadang juga lembut. Dunia kadang mematikan tetapi juga kadang menghidupkan. Itulah dunia. Ada saatnya hidup membuat kita merasa seperti dipreteli sedikit demi sedikit, kepercayaan dikurangi, perhatian dijauhkan, kesempatan diambil bahkan keberadaan kita seolah tidak lagi dianggap penting. Terasa sungguh amat menyakitkan ketika sesuatu yang pernah diperjuangkan dengan sepenuh hati perlahan dilepaskan atau dibiarkan begitu saja. Seolah tak berarti dan tak berguna.  Namun dipreteli bukan berarti kita menjadi tidak berharga. Kehilangan bukan berarti kita tak mampu dan kalah. Ketika satu persatu hal yang kita miliki diambil dari hidup kita, masih ada sesuatu yang tidak boleh ikut hilang yakni harga diri, keteguhan hati dan keyakinan bahwa kita tetap mampu menjadi yang terbaik.  Jangan biarkan perlakuan orang lain menentukan nilai dirimu. Jika mereka mengurangi perhatian, tetaplah memberi ketulusan. Jika ...

CAHAYA LILIN DARI ALOR UNTUK FLORES

Gambar
Ada nada belasara, persaudaraan, kasih, cinta, perhatian, dan peduli yang terbungkus dalam darasan doa dari tanah Alor untuk tanah Flores. Ada getaran nurani yang bernuansa spiritual dan sakral dari lantunan doa anak-anak tanah kenari untuk saudara dan saudri ditanah Flores. Itulah malam doa dengan nyala seribu lilin dari Alor untukmu sahabat dan kawanku sekalian di tanah Flores. Bukan sekedar cahaya lilin yang menerangi kerumunan manusia malam itu, tetapi cahaya doa yang lahir dari hati yang ikut merasakan luka dan duka sahabat dan kawan di tanah Flores yang terdampak gempa.  Diantara nyala lilin dari tangan dan hati orang Alor, doa-doa dipanjatkan dalam keheningan dan ketenangan, sujud memohon dalam belarasa kepada SANG PEMILIK SEGALANYA demi sembuhnya luka dan duka ditanah Flores. Setiap cahaya dari lilin yang bernyala menjadi pertanda bahwa luka dan duka di tanah Flores adalah juga bagian dari luka dan duka orang Alor, pertanda bahwa derita ditanah Flores bukan deri...

DUKA DI TANAH FLORES

Gambar
Ini hanya sebuah titik diam pribadi tentang duka ditanah Flores, tentang tanah yang tergoncang, tentang bangunan yang runtuh, tentang kehidupan yang pahit ditelan, dan tentang nyawa yang hilang. Flores kembali menundukan kepalanya dalam duka. Gempa kembali menghantam ditanah Flores pada 15 Agustus 2026, yang bukan saja meruntukan bangunan rumah-rumah, meretakan jalan-jalan dan menyapu rata keindahan alamnya melainkan juga menggoncang dan meremukan hati dan jiwa setiap mereka yang terdampak. Dalam sekejap ketenangan berubah menjadi kepanikan, senyum dan tawa berubah jadi tangisan dan ratapan histeris. Meremukan dan meluluhkan tulang-tulang hingga ke sum-sum, menghancurkan harapan hingga tak berkekuatan dan membasmi jiwa hingga tak berdaya. Rumah yang selama ini menjadi tempat berkumpul untuk tumbuhnya kasih sayang dan cinta, kini berubah jadi ruang penuh kenangan dan kehilangan, ruangan penuh tangisan dan duka.  Tanah Flores memiliki kekayaannya tersendiri, menyimpan sej...

MENYIMAK SEBUAH RASA

Gambar
Malam sudah larut, detak jam pada dinding kamar sudah menunjukkan pukul 00.00, sebuah tanda pergantian antar waktu yang satu ke waktu yang lain. Bunyi detakkan jarum jam sebagai teman yang setia menemaniku dilarut malam itu, sambil perlahan menghantar seluruh pikiran dan diriku masuk dalam relung terdalam untuk mengurai sebuah rasa yang masih tersimpan, coba menyimak arti sebuah rasa yang sedang ada dan berbisik pelan dikedalaman nurani.  Ada kalanya kita perlu berhenti sejenak, bukan untuk menyerah pada keadaan tetapi untuk menyimak apa yang dibisikan oleh hati, masuk dalam diri dan coba bersahabat dengan hati untuk mengerti dan memahami tentang apa yang sedang ada dan dirasakan. Sebab tidak semua rasa datang untuk dijelaskan. Ada rasa yang hanya ingin dirasakan, dipahami dan diterima dengan tenang. Dan itu butuh waktu sejenak untuk berdiam sambil menelusuri jalur rasa itu kemana ia bergerak dan bermuara.  Menyimak arti sebuah rasa berarti belajar mengenali apa ya...

20 TAHUN JEJAK IMAN DI KAFELFUI

Gambar
Tulisan ini hanya sebuah cerita tentang perjalanan saya bersama rekan-rekan imam ke Kapela Santu Petrus-Kafelfui, sebuah kapela dalam wilayah Kabupaten Alor. Perjalanan kami kesana untuk merayakan Ekaristi mengenang 20 tahun berdirinya Kapela tersebut. Sekedar untuk diketahui, Kapela Santu Petrus-Kafelfui merupakan salah satu Kapela dalam wilayah Paroki Santa Maria dari Fatima- Kolongbuku- Moru - Keuskupan Agung Kupang. Kapela ini berada di Desa Kafelulang- Kecamatan Alor Barat Daya-Kabupaten Alor. Hampir dua jam lebih menempuh perjalanan dari Kota Kalabahi ke Kapela Kafelfui. Kondisi jalan menuju ke tempat ini sangat parah, naik gunung turun lembah dengan jalan yang berbatu-batu dan penuh terjal. Kondisi jalan ini tidak membuat surut semangat kami untuk pergi ke Kafelfui untuk bertemu dengan umat yang walau tinggal di pedalaman tetapi sangat setia dalam iman dan ramah dalam perjumpaan. Kondisi jalan yang agak menantang maka perjalanan ke sana kami harus pake mobil. Ada rasa takut kare...

PENA MENEMANIKU MALAM ITU

Gambar
Malam itu selalu memiliki caranya sendiri untuk menghadirkan keheningan dan makna. Ketika hiruk pikuk kehidupan dunia siang itu mulai mereda, ketika bunyi kendaraan semakin jarang terdengar, ketika senja pamit pergi dan ketika langit dihiasi jutaan bintang, saat itulah pena menemaniku dengan goresannya di malam itu. Dibalik dinding ruangan dan cahaya lampu yang sederhana, pena itu menemaniku menyusuri lorong-lorong pikiran, merangkai kata demi kata yang lahir dari hati. Pena yang menemani ku bukan sekedar alat untuk menulis, tetapi ia juga menjadi saksi tentang perjalanan hidup, menyimpan kisah tentang suka dan duka, tentang harapan yang belum tercapai serta doa-doa yang tak selalu mampu terucap dari bibir. Setiap goresannya seolah mengeluarkan bongkahan kata dari dalam tubuh, lalu mengubahnya menjadi kalimat yang memberi kelegaan.  Ada malam-malam ketika hati terasa penuh oleh kegelisahan. Dalam diam, pena mengajakku untuk berdamai dengan diri sendiri. Ia mengingatkank...