DIBALIK KUNJUNGAN SR. ANA, SDP
Pagi itu mentari menyapa bumi dengan lembut dan terasa sejuk. Langkah Sr. Ana menapaki jalan sederhana menuju rumah calon suster. Bukan sekedar perjalanan menuju sebuah rumah, melainkan sebuah misi penuh kasih, dalam bingkai panggilan hidup bhakti. Langkah itu terus mengayun hingga tiba dirumah, tempat tumbuh benih panggilan yang akan dipelihara hingga kekekalan. Dibalik pintu rumah yang terbuka, senyum hangat keluarga menyambut kedatangannya. Sapaan yang sederhana dan ramah terasa begitu indah dan terasa. Seolah-olah setiap kata adalah untaian doa yang menghubungkan hati Sr. Ana dan keluarga. Rumah itu bukan saja sebuah bangunan tempat tinggal keluarga, melainkan tempat dimana benih panggilan hidup bhakti mulai tumbuh dan berkembang dalam bingkai kasih. Suster Ana duduk bersama calon dan keluarga bercerita dan mendengarkan kisah-kisah hidup yang mengalir apa adanya. Ada tawa yang menghangatkan suasana, ada haru yang menyentuh jiwa dan ada kisah yang akan membekas diru...