Postingan

DIBALIK KUNJUNGAN SR. ANA, SDP

Gambar
Pagi itu mentari menyapa bumi dengan lembut dan terasa sejuk. Langkah Sr. Ana menapaki jalan sederhana menuju rumah calon suster. Bukan sekedar perjalanan menuju sebuah rumah, melainkan sebuah misi penuh kasih, dalam bingkai panggilan hidup bhakti. Langkah itu terus mengayun hingga tiba dirumah, tempat tumbuh benih panggilan yang akan dipelihara hingga kekekalan.  Dibalik pintu rumah yang terbuka, senyum hangat keluarga menyambut kedatangannya. Sapaan yang sederhana dan ramah terasa begitu indah dan terasa. Seolah-olah setiap kata adalah untaian doa yang menghubungkan hati Sr. Ana dan keluarga. Rumah itu bukan saja sebuah bangunan tempat tinggal keluarga, melainkan tempat dimana benih panggilan hidup bhakti mulai tumbuh dan berkembang dalam bingkai kasih. Suster Ana duduk bersama calon dan keluarga bercerita dan mendengarkan kisah-kisah hidup yang mengalir apa adanya. Ada tawa yang menghangatkan suasana, ada haru yang menyentuh jiwa dan ada kisah yang akan membekas diru...

KUNJUNGAN PENUH KEHANGATAN DAN HARAPAN

Gambar
Anugerah dan cinta Tuhan  sungguh luar biasa, bekerja melalui semua peristiwa hidup manusia. Dalam setiap peristiwa itu terjadi dan mengalir seirama rencana dan kehendak-Nya sendiri, tanpa disadari dan dipahami secara tuntas oleh manusia. Dia ada dan selalu hadir dalam setiap moment, baik lewat karya maupun perjumpaan. Di dalam karya dan perjumpaan itulah manusia sungguh merasakan betapa Tuhan itu baik dan penuh kasih.  Dengan inilah yang mendorong saya coba menulis sesuatu sebagai sebuah cerita tentang kisah dan peristiwa yang dialami dan menjadi sebuah anugerah besar dari Tuhan bagi para suster dari konggregasi Penyelenggara Ilahi (Sisters Of Divine Providence) dalam kunjungan ke rumah para calon suster di pulau Alor.  Dalam kehendak dan rencana Tuhan, suster dari konggregasi Penyelenggara Ilahi (sisters Of Divine Providence) bertemu dan menyapa keluarga calon suster yang berada di Alor, khususnya di Paroki St. Yakobus Rasul-Bukapiting- Alor. Sr. Ana, PI men...

SEJENAK MENEPI DI UJUNG WAKTU

Gambar
Hidup itu berjalan dan berputar mengikuti irama waktu yang menghantarnya. Hari-hari berlalu tanpa terasa, menghantar dan membawa kita dari satu kesibukan ke kesibukan yang lain. Pekerjaan, tanggung jawab, harapan dan berbagai persoalan silih berganti memenuhi pikiran. Dalam perjalanan yang panjang itu, sering kali kita lupa memberi ruang bagi diri sendiri untuk berhenti sejenak, menarik nafas dalam-dalam dan memandang kembali arah langkah yang sedang ditempuh.  Diujung waktu yang terus bergerak, ada saat-saat ketika seseorang memilih untuk menepi. Bukan karena menyerah pada keadaan, bukan pula karena kehilangan semangat, melainkan ingin menemukan kembali ketenangan yang mungkin telah lama hilang. Menepi adalah kesempatan untuk mendengarkan suara hati yang selama ini tertutup oleh hiruk pikuk kehidupan.  Disitu sore yang tenang, ketika matahari perlahan turun menuju cakrawala, seseorang duduk sendiri memandang langit yang perlahan membuat bumi jadi gelap. Angin berh...

SECANGKIR KOPI DAN SECARIK KERTAS

Gambar
                   Kopi itu hitam dan pahit                  Kertas itu putih dan polos Pagi selalu memiliki cerita dan caranya sendiri untuk menyapa bumi dan kehidupan. Saat langit perlahan berubah dari gelap menuju terang, udara masih terasa sejuk, dingin kecil masih  menemani dan suasana masih tenang. Di sebuah sudut teras rumah yang sederhana, seorang penyair duduk dengan secangkir kopi hangat dihadapannya. Asap tipis yang mengepul dari cangkir itu seolah menjadi teman setia yang menemani awal harinya.  Dengan perlahan ia menyeruput kopi tersebut seteguk demi seteguk. Rasa pahit yang berpadu dengan aroma khas kopi memberikan ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata dan sungguh amat nikmat ketika mengalir pelan melewati saluran kerongkongan menuju kedalam tubuh. Itulah cerita pagi sang penyair yang hendak menulis disederatan baris putih pada lembaran yang polo...

KEKAGUMAN YANG DIRAHASIAKAN

Gambar
.      Pena menemaniku dalam goresan         Sudut kamar menjadi saksi        Malam bersamaku dalam cerita Di sudut kamar dalam kesendirian, ditemani dinding kamar yang membisu tapi tetap jadi saksi, dan catatan ini ditulis hanya untuk menghiasi malam sehingga waktu tidak dilewati begitu saja tanpa ada catatan membekas yang kemudian menjadi cerita tentang rasa.  Ada beberapa perasaan yang bergejolak tanpa suara yang menggema. Tidak meminta untuk diperhatikan, tidak berusaha menjadi pusat cerita, melainkan hanya hadir perlahan dan menetap disudut hati. Ingin mengatakan dengan jujur tapi bibir takut berkata salah. Begitulah kekaguman yang hadir menemani waktu malam itu disudut kamar.  Aku mengaguminya bukan karena dia sempurna, melainkan karena caranya yang sederhana menjadi dirinya sendiri. Ada ketenangan dan kesopanan dalam tutur katanya, ada kehangatan dalam sikapnya dan ada kekuatan yang tidak selalu ter...

AKU MENGASIHI ENGKAU, TINGGALAH DALAM KASIH-KU

Gambar
Saya coba membaca dan berusaha memahami motto Sr. Bibiana Laumai, SSpS dalam terang kasih berdasarkan Sabda Yesus sendiri dalam Yohanes 15: 9 dengan kerangka pengikraran kaul kekal. Setelah melalui sebuah perjalanan panggilan panjang dan pada titik refleksi tentang perjalanan panggilan ini, Suster Bibiana akhirnya menyadari semua rangkaian kisah itu sebagai bingkai kasih Kristus sehingga memilih motto kaul AKU MENGASIHI ENGKAU, TINGGALAH DALAM KASIH-KU.  Motto ini merupakan ungkapan cinta terdalam yang lahir dari hati Yesus sendiri. Dalam konteks kaul kekal, Sr. Bibiana tidak hanya mengikrarkan janji setia kepada Allah sebagai perwujudan tertinggi jalan panggilannya tetapi lebih dari itu ia menanggapi terlebih dahulu kasih Allah yang telah memanggil, membimbing dan menyertainya sepanjang perjalanan hidup. Kata-kata Yesus " Aku mengasihi engkau"  menjadi dasar dari seluruh panggilan hidupnya  dan dalam konteks kasih, Kristus sendiri yang telah lebih dahulu mema...

RASA ITU TERSIMPAN DALAM NURANI

Gambar
Ada banyak hal di dunia ini yang bisa diuraikan atau dijelaskan dengan kata-kata. Tentang hujan yang turun dari langit, tentang matahari yang terbit setiap pagi dan menerangi bumi, tentang sebuah perjalanan ketempat yang jauh, tentang alasan seseorang tersenyum ketika mendengar Khabar baik, tentang sebuah pertemuan yang meninggalkan cerita indah, tentang nelayan yang mencari ditengah lautan pada malam hari dan tentang seorang bayi yang menangis karena lapar. Tetapi juga ada hal-yang sulit diuraikan atau diungkapkan dalam kalimat yang indah sebagai penggantinya, bahkan kepada diri sendiri pun sulit memahami dan dipahami, seperti tentang rasa yang walau ada bergejolak dalam diri tetapi sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata indah sebagai perwujudan dari suasana terdalam dari apa yang sedang dirasakan. Dan itulah rasa, walau ada dalam diri tapi sulit untuk diungkapkan.  Demikianlah suasana bathin yang kini dirasakan oleh Peter, seorang pegawai yang sedang bekerja pada sebuah instans...