TUHAN ADA DISNI, ITU CUKUP BAGIKU
Aku terjerat dijalur Tuhan Aku terbawa arus dalam rencana Tuhan Aku menemukan Tuhan tidak hanya ditempat-tempat yang megah, di altar yang suci dan berkaliau, atau dalam doa yang panjang dan fasih. Aku juga menemukan-Nya disini, di antara wajah-wajah lelah yang menunggu kepastian, di tangan-tangan gemetar yang menggenggam harapan terakhir, di mata yang terlalu sering menangis hingga lupa bagaimana caranya bertahan dan percaya. Aku seorang wanita menenun hidup dalam panggilan Tuhan, tetapi panggilanku tidak berhenti dan berada dalam lingkaran dinding biara. Aku berjalan di tempat-tempat yang sering dihindari orang: dibandara bagian kargo, dipelabuhan bagian yang sunyi, diruangan penampungan yang sesak, diperbatasan yang dingin dan tak ramai. Di sana aku bertemu mereka - para migran, para korban perdagangan manusia, para jenasah yang mati dipaksakan, para tenaga kerja yang hidupnya seperti terlempar dari ...