DI LORONG YANG SUNYI DIA MEMILIH
Langkah perlahan tapi dalam kepastian mengayun berjalan terus di lorong yang sunyi itu, menapaki jejak dalam sebuah ziarah yang jauh dari keramaian dan hiruk pikuk duniawi. Memisahkan diri dari tawaran kenikmatan dunia yang sungguh menjanjikan dan memberikan segalanya. Langkah itu tetap saja melewati lorong yang sunyi itu demi sebuah pilihan mulia, yang sedari awal telah terpatri kuat di nurani terdalam. Ingin memisahkan diri dari dunia tapi bukanlah sebuah pelarian melainkan sebuah pencarian tentang masa depan dan makna hidup yang sesungguhnya. Ditemani alam dalam kicauan burung, suara dedaunan ditiup angin, bunyi bising dunia, dia tetap tenang melewati jalan di lorong itu hingga menemukan makna diujung jalan; makna tentang sebuah perjumpaan spiritual yang intim dengan Tuhan; makna tentang sebuah keheningan dalam doa, makna tentang sebuah pelayanan cinta kasih dalam karya nyata. Itulah dia yang memilih jalan di lorong yang sunyi, dalam dinding biara yang penuh keheningan, dalam k...