HATI YANG TERLUKA TAPI MEMAAFKAN
Aku menggoreskan pena ini Diruangan yang sunyi dan hening Ditemani dinding rumah Disaksikan seisi ruangan yang tak berkata Tentang imam Tuhan yang terluka Tentang umat Tuhan yang kehilangan rasa hormat Ada jejak media sosial yang memberitakan... Dibalik jubah putih yang ia kenakan dengan nada tenang, Ada goresan luka yang tak terlihat Berdenyut tapi begitu pelan Bukan hanya di tubuh Tetapi di tempat yang paling sunyi dalam hatinya.... Ia datang membawa damai untuk semua Mengajarkan kasih yang tak memilih Dalam Ekaristi sebagai puncak segalanya Namun tangan yang seharusnya berdoa Berubah jadi sebuah kepalan meninju Kepalan itu seketika mendarat di tubuh yang berjubah Dan altar terasa lebih dingin dari biasanya Seakan altar runtuh dari kepalan itu Raga berjubah itu terhanyut dalam rebahan derita Seakan salib tampak lebih berat dari hari-hari yang lalu Ia sakit dan mungkin marah Tapi ia coba menahan dengan kekuatan yang bersumber dari DIA yang memilihnya...