Postingan

MEMPERTAHAN IMAN DITENGAH MAYORITAS

Gambar
Sebuah perjalanan iman yang dipertahankan dan dihidupi oleh Bapak Fidelis Nahak dan istrinya Herlina Bayang Mau Ribu ditanah Puntaru, Desa Tude - Kecamatan Pantar Tengah, ditengah lingkungan jemaat yang mayoritas protestan. Kisah ini saya ceritakan setelah bertemu dengan mereka pada acara Perayaan Ekaristi Permandian dan sambut Baru untuk pertama kalinya di kampung Puntaru, untuk dua anak mereka yakni yakni Lucia Antonia Nahak dan Felicia Nahak. Mereka adalah satu-satunya keluarga yang beragama katolik di kampung Puntaru yang notabene hampir semua keluarga disana adalah beragama prostestan. Saya sangat bersyukur punya kesempatan bertemu dengan mereka dan nginap di rumah mereka, walau hanya dua hari disana. Tetapi dalam dua hari ini ada sesuatu yang indah dan  luar biasa bagi saya dalam mencermati kehidupan iman dari keluarga ini dan inilah sebuah inspirasi iman sejati bagi semua kita. Bapak Fidelis Nahak sendiri berasal dari Malaka dan beragama katolik, seda...

PUNTARU DALAM CERITA IMAN

Gambar
Tulisan ini hanya ingin berbagi cerita tentang sebuah perjalanan saya bersama beberapa teman  ke Pulau Pantar dalam rangka mengikuti perayaan Ekaristi penerimaan komunikasi pertama dan sakramen permandian untuk pertama kali di sebuah kampung bernama Puntaru.  Ada sejarah iman yang akan menjadi tuturan dari generasi ke generasi sepanjang peradaban ditanah Puntaru, sebuah kampung kecil terletak dibalik gunung sirung di pulau Pantar.  (Sekedar tentang Puntaru, adalah sebuah kampung (dusun) dalam wilayah Desa Tude - Kecamatan Pantar Tengah. Umat katolik di kampung ini hanya satu Kepala Keluarga (KK). Dengan demikian mayoritas umat di Puntaru adalah beragama kristen Protestan).  Sejarah iman itu akan menjadi kisah yang tidak akan hilang dalam putaran waktu dan menjadi moment terindah yang harus dikenang dan selalu diingat. Tidak seviral sebuah video indah yang ditampilkan tiktok dari sang kreator, tidak juga sepopoluler seorang apologet dalam mempe...

GONG DAN MOKO DALAM BUDAYA ALOR

Gambar
Dalam kehidupan masyarakat Alor, ada warisan leluhur yang terpelihara hingga saat ini adalah dua benda pusaka yakni Gong dan Moko. Benda-benda ini bukanlah warisan biasa tetapi merupakan warisan yang memilki makna tersendiri, baik dalam sisi spiritual, sosial dan ekonomi; dan merupakan simbol martabat orang Alor-kekhasan dan keunikan orang Alor. Dari warisan inilah kini pulau Alor sering dijuluki pulau seribu Moko. Sebutan pulau seribu Moko menandakan bahwa dua benda pusaka ini dapat ditemukan disemua sudut peradaban masyarakat Alor, dan tetap menjadi benda yang tak tergantikan ketika masyarakat Alor dihadapan sebuah hajatan dengan bingkai tradisi masyarakat Alor. MOKO  Dalam cerita yang turun temurun dari generasi ke generasi dalam budaya Alor, kesan umum yang terdengar tentang benda yang satu ini adalah simbol harkat dan martabat,; benda yang mengangkat wibawa dari sebuah suku atau marga, walau sepintas kita melihat dan menemukan bahwa dibalik ukiran indah di Moko itu hanyalah se...

TUBUH TERPENJARA OLEH ALKOHOL

Gambar
Beberapa hari ini saya bertemu dengan sekelompok manusia yang suka sekali dan bahkan hampir setiap hari bergaul dengan minuman keras (alkohol), demikian juga ketika ada peristiwa atau kegiatan kerohanian pun, orang tersebut tetap mabuk. Dan hasil dari perilaku ini saya akhirnya sadar bahwa ini adalah golongan orang yang berasal dari garis keturunan yang tidak sehat secara fisik (jasmani) dan psikis/mental (rohani). Ketika bertemu dengan orang-orang ini, yang ada adalah mabuk; cara bicara tidak jelas dengan dalil tahu tentang semua hal sehingga memonopoli pembicaraan tapi ucapan setiap kata yang keluar dari mulutnya tidak jelas,  mata kelihatan merah, berjalan oleng kiri dan oleng kanan semacam ayam sedang penyakitan, cepat tersinggung dan sangat emosional dan litani sikap buruk lainnya yang sedang menggerogoti diri orang yang sedang mabuk.  Ini tandanya orang itu sedang dipenjara oleh alkohol. Itu artinya bukan orang yang menguasai minuman beralkohol (minuman keras...

DI LORONG YANG SUNYI DIA MEMILIH

Gambar
Langkah perlahan tapi dalam kepastian mengayun berjalan terus di lorong yang sunyi itu, menapaki jejak dalam sebuah ziarah yang jauh dari keramaian dan hiruk pikuk duniawi. Memisahkan diri dari tawaran kenikmatan dunia yang sungguh menjanjikan dan memberikan segalanya. Langkah itu tetap saja melewati lorong yang sunyi itu demi sebuah pilihan mulia, yang sedari awal telah terpatri kuat di nurani terdalam. Ingin memisahkan diri dari dunia tapi bukanlah sebuah pelarian melainkan sebuah pencarian tentang masa depan dan makna hidup yang sesungguhnya. Ditemani alam dalam kicauan burung, suara dedaunan ditiup angin, bunyi bising dunia, dia tetap tenang melewati jalan di lorong itu hingga menemukan makna diujung jalan; makna tentang sebuah perjumpaan spiritual yang intim dengan Tuhan;  makna tentang sebuah keheningan dalam doa, makna tentang sebuah pelayanan cinta kasih dalam karya nyata. Itulah dia yang memilih jalan di lorong yang sunyi, dalam dinding biara yang penuh keheningan, dalam k...

KOTA KENARI DI FASE TIDAK BAIK-BAIK SAJA

Gambar
Ini hanyalah sebuah tulisan kecil tentang situasi dan keadaan kita orang Alor saat ini dan disini, yang berangkat dari beberapa peristiwa tragis/mengerikan dan sungguh memperihatinkan. Semacam catatan buram yang telah terjadi ditanah kota kenari, dan membutuhkan sebuah kekuatan kesadaran untuk direnungkan dan berbenah. Pada situasi saat ini, kita seakan berada di putaran fase tidak baik-baik saja, sebuah fase terendah dari peradaban kehidupan kebersamaan kita ditanah tercinta ini. Pada fase ini semua kita diajak untuk berhenti sejenak dalam sebuah permenungan atau perefleksian untuk melihat kembali jejak yang pernah dilewati dan melihat kembali gambaran kebersamaan kita di pulau seribu Moko ini. Semua kita pasti setuju bahwa tidak bisa membiarkan fase ini berlanjut dan bahkan semacam sebuah budaya yang tetap hidup di tanah kota kenari, karena kita banyak berharap bahwa hidup ditanah ini harus dipelihara baik-baik, bahwa generasi kita bertumbuh dan berkembang dengan kualitas yang berpot...

LEMBARAN KELAM DI KOTA KENARI

Gambar
Saya menulis ini hanya sekedar menoleh jejak kelam sebuah peradaban yang kini sedang terjadi di sekitar saya. Hampir tujuh tahun saya menjejaki ziarah kehidupan di Kabupaten Alor- wilayah dengan kebanggaan seribu moko- rasa dan semangat persaudaraan, toleransi dan kekerabatan dengan menjunjung tinggi budaya adat yang sungguh kental - wilayah dengan menyimpan sejuta keindahan alam yang sesungguhnya menceritakan dengan pasti dalam diamnya tentang Alor yang indah dan mempesona- wilayah dengan semangat keagamaan (spiritual) yang begitu kental - pulau sejuta gudang (lopo) yang mencerminkan semangat kesatuan dan kekeluargaan yang begitu mendalam dan kuat mengakar. Saya begitu bangga dan sangat bahagia memiliki kesempatan untuk tinggal di Pulau seribu Moko ini; betapa betahnya saya ketika menjejaki ziarah perjalanan hidup di Kabupaten Alor ini. Tidak bisa saya rangkaikan kata-kata yang indah sebagai pengganti ungkapan rasa, tidak bisa saya menenunkan kalimat puitis sebagai ungkapan kedalaman ...