Postingan

TINGGALKAN KEMAPANAN DAN KEMEWAHAN

Gambar
Cerita ini adalah sebuah kisah nyata, yang diambil dari beberapa sumber di media sosial, baik Facebook, channel Youtube, instagram maupun tulisan di Geogle. Cerita tentang anak seorang kaya yang meninggalkan segala kemapanan dan kemewahan (harta) dalam kehidupan keluarga dan pergi menjalani kehidupan sebagai seorang biarawati (suster) pada sebuah konggregasi hidup bhakti, warisan Bunda Teresa dari Kalkuta. Dia adalah Suster Lucy Agnes, yang terlahir dengan nama Donna Dewiyanti Darmoko.  Dia adalah putri tunggal dari pasangan pemilik ayam bulungan yakni Paul dan Cecilia Darnoko. Mama dari Suster Lucy agnes adalah saudara sepupu dari Robert Budi Darmoko, seorang pemilik salah satu perusahan rokok terbesar yakni Djarum. Dengan latar belakang kehidupan keluarga seperti ini maka sejak kecil Donna Dewiyanti Darmoko hidup dengan gaya orang kaya, semua serba ada, mewah dan tak kenal yang namanya susah dan sulit, jauh dari rutinitas kehidupan yang kumul, jorok, bau, dan kotor....

MISA BERSAMA ORANG "NAGI"

Gambar
Pada sabtu 24 january 2026, sore jam 15.30, saya bersama dua teman awam dari paroki menuju tempat acara misa syukur bersama keluarga besar orang Larantuka yang tinggal di Kabupaten Alor.  Misa dirumah Bapak Jhon Bethan dan misa ini di pimpin oleh Romo Manto. Hadir pada misa syukur ini adalah semua orang Larantuka (nagi) baik yang berasal dari Larantuka kota maupun larantuka diluar kota, juga para pengurus paguyuban dari beberapa etnis dan asal daerah yang tinggal di Kabupaten Alor. Satu keunikan dalam acara syukuran keluarga besar larantuka ini adalah mereka yang dari agama non katolik juga ikut hadir (agama muslim dan kristen protestan). Inilah tali kasih, persaudaraan, kekeluargaan, kekerabatan dan cinta, yang terajut dalam satu ikatan bathin sebagai sesama Larantuka, maka misa syukur ini adalah sebuah gambaran arti penting dan sesungguhnya dari sebuah iman yang hidup dan bermakna. Perayaan ekaristi ini menjadi sebuah ungkapan syukur kepada Tuhan atas bimbingan, perlindungan dan ...

KUTANGGALKAN JUBAH

Gambar
Setelah menamatkan pendidikan pada sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), saya melanjutkan pendidikan lanjutan tingkat atas (SLTA) pada sebuah sekolah dibawah asuhan para suster. Disekolah ini sebagian besar tenaga pendidik adalah para suster, hanya beberapa awam yang mengajar disekolah tersebut. Keseharian disekolah saya lebih banyak bergaul dekat dengan para suster dan sering berdiskusi tentang kehidupan membiara, baik biarawan maupun biarawati. Ada banyak cerita dari para suster tentang perjalanan panggilan dan  kehidupan membiara, baik bagi seorang pastor (imam), suster maupun bruder. Dari cerita-cerita inilah yang membuat saya tertarik untuk masuk biara, khususnya jadi seorang bruder.  Setelah tiga tahun menempuh pendidikan di sekolah ini, saya melamar ke salah satu kongregasi para bruder. Saya diterima dan menjalani pembinaan dan pendidikan dalam kongregasi itu, mengikuti pola hidup harian dalam biara dengan berbagai kegiatan yang sudah dikemas dalam seluru...

BULUH YANG PATAH & SUMBU YANG PUDAR NYALANYA

Gambar
Yesaya 42: 3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan. Kalimat diatas menghadirkan gambaran sikap Allah yang sangat peduli dan penuh kasih pada manusia, yang senantiasa berharap dan bermohon pada-Nya. Buluh yang patah terkulai dan sumbu yang pudar nyalanya melambangkan atau menggambarkan keadaan manusia yang rapuh, lemah, tak berdaya dan bahkan berada dalam ambang keputusasaan. Dalam hidup, tidak sedikit orang yang merasa seperti buluh yang terkulai--tertekan oleh masalah, kegagalan, luka bathin dan dosa yang selalu saja terulang dalam hidup, yang membuat dirinya berada dalam ketakberdayaan atau keputuasaan. Ada pula yang merasa hidupnya seperti sumbu yang pudar nyalanya; kehidupan imannya seperti sumbu yang pudar nyalanya; pekerjaan dan kehidupan keluarga seperti sumbu yang pudar nyalanya dan pengalaman pudar lainnya yang senantiasa mengiringi atau menghiasi perjalanan hidup. Walau ada nyala kecil yang masih menyinari ziara...

KU HARGAI KEPUTUSANNYA

Gambar
Saya masih duduk dibangku Sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA), pada kelas dua. Entah apa dan kenapa, tiba-tiba timbul rasa ketertarikan dan rasa suka pada lawan jenis. Saya sendiri tidak memahami dan tidak mengerti tentang rasa ini dan saya bergulat sendiri dalam rasa ini. Pergulatan rasa ini muncul lantaran ada rasa suka dan tertarik pada seorang cewek, adik kelas.  Sejak kehadirannya disekolah itu, saya semacam terbawa dalam arus rasa yang begitu kuat, hari-hari disekolah saya berusaha walau sedetik untuk bertemu dengan dia, sekedar cerita-cerita dan supaya bisa sedikit mengobati gulatan rasa yang sedang mengamuk dan bergejolak dalam diriku. Karena rasa ini begitu kuat, maka setiap hari kesekolah, saya membawa permen sebagai alat untuk bisa bertemu dan bercerita dengan dia. Dalam tas sekolah saya berusaha sisipkan beberapa permen, sehingga di waktu jam istirahat, saya pergi bertemu dan membagii permen dan cerita-cerita bersama dia dan teman-teman hanya sekedar mengis...

MINGGU ADVEN IV (TAHUN 2025)

Gambar
Yes. 7:10-14 Mat. 1:18-24 Dalam perjalanan hidup, manusia sering diperhadapkan dengan situasi yang membingungkan, menakutkan dan tidak masuk akal. Pada situasi seperti itu pertanyaan yang muncul bukan hanya "tentang apa yang sedang terjadi" tetapi juga tentang "dimanakah Allah"? Dua teks Yes. 7:10-14 dan Mat. 1:18-24 menolong kita melihat bahwa Allah tidak pernah jauh dari umat-Nya. Ia hadir, bekerja dan menepati janji-Nya dengan cara yang seringkali melampaui pemahaman manusia. Dalam Yesaya 7 diceritakan banga Yehuda sedang berada dalam ancaman besar. Raja Ahas sedang menghadapi tekanan politik dan ketakutan akan serangan musuh. Di tengah kegentaran itu, Allah justru menawarkan sebuah tanda. Menariknya, Ahas menolak meminta tanda dengan alasan yang tampaknya rohani, tetapi seungguhnya mencerminkan ketidakpercayaan. Namun ketidaksetiaan manusia tidak membatalkan kesetiaan Allah. Allah tetap memberikan tanda itu, bahwa seorang perempuan muda akan mengandung dan melah...

KU IKUTI JALAN-NYA

Gambar
Saya anak tunggal, seorang anak yatim, dibesarkan oleh ibu sejak kematian ayah, pada usiaku yang masih kecil, berumur 6 bulan. Semua tentang ayah, saya ketahui dari cerita ibu dan keluarga. Ibu seorang petani, setiap hari kesawah sehingga tempat bermain saya sejak kecil adalah disawah dan ditemani ibu. Sawah inilah satu-satunya tumpuan harapan kehidupan kami berdua.  Ibu menanam banyak tanaman selain padi dan jagung, sehinga setiap hari pasar, saya dan ibu selalu pergi menjual sayur-sayuran dan hasil sawah yang lain.  Pekerjaan ini saya jalani bersama ibu sampai saya tamat sekolah dasar, dan ibu berniat menyekolahkan saya pada sekolah lanjutan pertama. Secara pribadi saya tidak mau lanjut sekolah karena kasihan pada ibu yang sendirian tiap hari harus ke sawah, mengurus hidup kami dalam keluarga, lagi pula saya harus sekolah ditempat yang agak jauh karena sekolah terdekat di desa itu tidak ada. Saya tingal dengan orang, yang kebetulan kenal baik dengan ibu waktu mer...