Postingan

SOSIALISASI APP 2026

Gambar
Hari itu jumad, 13 February 2026, saya bersama para katekis (Guru agama katolik) Paroki St. Yakobus Rasul - Bukapiting (SAYORA) dan Penyuluh non ASN Kementrian Agama Kabupaten Alor mengikuti sosialisasi Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 di Gereja Paroki Yesus Gembala Yang Baik-Kalabahi. Hadir dalam kegiatan tersebut adalah para utusan dari tiap-tiap paroki yang berada dalam wilayah Kabupaten Alor, baik dari kalangan Dewan Pastoral Paroki (DPP), para katekis, para penyuluh non ASN dan para pegawai kementrian agama Kabupaten Alor. Perlu diketahui bahwa dalam wilayah Kabupaten Alor, terdapat empat paroki yakni Paroki Yesus Gembala Yang Baik -Kalabahi, Paroki Santa Maria dari Fatima-Kalongbuku -Moru, Paroki St. Yakobus Rasul -Bukapiting dan Paroki St. Yohanes Rasul-Helangdohi-Pantar. Dalam moment sosialisasi tersebut, RD. Marsel Seludin hadir sebagai Pemateri sosialisasi APP sekaligus sebagai ketua komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Kupang. Jumlah peserta yang hadir d...

DARI PROTESTAN MASUK KATOLIK

Ini adalah sebuah cerita tetapi merupakan kisah nyata dan merupakan sebuah perjalanan kehidupan iman yang dijalani atau dialami oleh seorang guru katekis katolik yang berasal dari keluarga Kristen protestan. Bapaknya beragama kristen protestan dan ibunya beragama katolik. Sejak menikah ibunya pindah agama mengikuti agama bapak. Keluarga ini dikaruniai tiga orang anak, dua orang cewek dan satu orang cowok, anak sulung adalah cowok. Perjalanan waktu membuat kehidupan keluarga ini tidak harmonis, mengakibatkan pisah ranjang antara suami dan istri. Si istri hidup bersama ketiga anaknya sedangkan suami tinggal di kos. Ketidakharmonisan ini disebabkan oleh pihak ketiga, dalam hal ini si suami kedapatan selingkuh dengan perempuan lain, sejak saat itulah kehidupan keluarga ini berantakan dan tidak harmonis. Perkelahian dan percecokan antara suami istri selalu saja terjadi walau persoalan atau masalah hanya sepele. Dan suami memilih minggat dari rumah dan tinggal di kos. Ketiga anak tinggal ber...

AKU TERPAKSA PERGI

Gambar
Sebuah berita viral baik level nasional maupun level lokal yang tersebar dalam berbagai platform media sosial  diawal bulan february 2026 ini adalah seorang bocah berusia 10 tahun bunuh diri (gantung diri). Bocah ini sedang menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) pada kelas 4. Menurut beberapa sumber dalam media sosial itu, diceritakan bahwa niat bocah bunuh diri ini berawal dari kekecewaan atau rasa tidak puas dan tidak senang terhadap mamanya ketika Ia meminta uang untuk membeli buku tetapi mamanya menolak dan tidak memberi uang. Diceritakan bahwa uang yang diminta hanya Rp. 10.000. Sebuah nilai uang yang sangat kecil tapi tidak bisa dikabulkan oleh mamanya.  Akhirnya sebuah tindakan dan keputusan seorang anak kecil yang sungguh prihatin dan sangat fatal yakni bunuh diri  (gantung diri). Dalam beberapa sumber di media sosial, diketahui juga bahwa sebelum gantung diri, si bocah ini menulis sepucuk surat untuk mamanya; surat berisi uangkapan terdalam dari hati ...

TINGGALKAN KEMAPANAN DAN KEMEWAHAN

Gambar
Cerita ini adalah sebuah kisah nyata, yang diambil dari beberapa sumber di media sosial, baik Facebook, channel Youtube, instagram maupun tulisan di Geogle. Cerita tentang anak seorang kaya yang meninggalkan segala kemapanan dan kemewahan (harta) dalam kehidupan keluarga dan pergi menjalani kehidupan sebagai seorang biarawati (suster) pada sebuah konggregasi hidup bhakti, warisan Bunda Teresa dari Kalkuta. Dia adalah Suster Lucy Agnes, yang terlahir dengan nama Donna Dewiyanti Darmoko.  Dia adalah putri tunggal dari pasangan pemilik ayam bulungan yakni Paul dan Cecilia Darnoko. Mama dari Suster Lucy agnes adalah saudara sepupu dari Robert Budi Darmoko, seorang pemilik salah satu perusahan rokok terbesar yakni Djarum. Dengan latar belakang kehidupan keluarga seperti ini maka sejak kecil Donna Dewiyanti Darmoko hidup dengan gaya orang kaya, semua serba ada, mewah dan tak kenal yang namanya susah dan sulit, jauh dari rutinitas kehidupan yang kumul, jorok, bau, dan kotor....

MISA BERSAMA ORANG "NAGI"

Gambar
Pada sabtu 24 january 2026, sore jam 15.30, saya bersama dua teman awam dari paroki menuju tempat acara misa syukur bersama keluarga besar orang Larantuka yang tinggal di Kabupaten Alor.  Misa dirumah Bapak Jhon Bethan dan misa ini di pimpin oleh Romo Manto. Hadir pada misa syukur ini adalah semua orang Larantuka (nagi) baik yang berasal dari Larantuka kota maupun larantuka diluar kota, juga para pengurus paguyuban dari beberapa etnis dan asal daerah yang tinggal di Kabupaten Alor. Satu keunikan dalam acara syukuran keluarga besar larantuka ini adalah mereka yang dari agama non katolik juga ikut hadir (agama muslim dan kristen protestan). Inilah tali kasih, persaudaraan, kekeluargaan, kekerabatan dan cinta, yang terajut dalam satu ikatan bathin sebagai sesama Larantuka, maka misa syukur ini adalah sebuah gambaran arti penting dan sesungguhnya dari sebuah iman yang hidup dan bermakna. Perayaan ekaristi ini menjadi sebuah ungkapan syukur kepada Tuhan atas bimbingan, perlindungan dan ...

KUTANGGALKAN JUBAH

Gambar
Setelah menamatkan pendidikan pada sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), saya melanjutkan pendidikan lanjutan tingkat atas (SLTA) pada sebuah sekolah dibawah asuhan para suster. Disekolah ini sebagian besar tenaga pendidik adalah para suster, hanya beberapa awam yang mengajar disekolah tersebut. Keseharian disekolah saya lebih banyak bergaul dekat dengan para suster dan sering berdiskusi tentang kehidupan membiara, baik biarawan maupun biarawati. Ada banyak cerita dari para suster tentang perjalanan panggilan dan  kehidupan membiara, baik bagi seorang pastor (imam), suster maupun bruder. Dari cerita-cerita inilah yang membuat saya tertarik untuk masuk biara, khususnya jadi seorang bruder.  Setelah tiga tahun menempuh pendidikan di sekolah ini, saya melamar ke salah satu kongregasi para bruder. Saya diterima dan menjalani pembinaan dan pendidikan dalam kongregasi itu, mengikuti pola hidup harian dalam biara dengan berbagai kegiatan yang sudah dikemas dalam seluru...

BULUH YANG PATAH & SUMBU YANG PUDAR NYALANYA

Gambar
Yesaya 42: 3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan. Kalimat diatas menghadirkan gambaran sikap Allah yang sangat peduli dan penuh kasih pada manusia, yang senantiasa berharap dan bermohon pada-Nya. Buluh yang patah terkulai dan sumbu yang pudar nyalanya melambangkan atau menggambarkan keadaan manusia yang rapuh, lemah, tak berdaya dan bahkan berada dalam ambang keputusasaan. Dalam hidup, tidak sedikit orang yang merasa seperti buluh yang terkulai--tertekan oleh masalah, kegagalan, luka bathin dan dosa yang selalu saja terulang dalam hidup, yang membuat dirinya berada dalam ketakberdayaan atau keputuasaan. Ada pula yang merasa hidupnya seperti sumbu yang pudar nyalanya; kehidupan imannya seperti sumbu yang pudar nyalanya; pekerjaan dan kehidupan keluarga seperti sumbu yang pudar nyalanya dan pengalaman pudar lainnya yang senantiasa mengiringi atau menghiasi perjalanan hidup. Walau ada nyala kecil yang masih menyinari ziara...