PENA MENEMANIKU MALAM ITU
Malam itu selalu memiliki caranya sendiri untuk menghadirkan keheningan dan makna. Ketika hiruk pikuk kehidupan dunia siang itu mulai mereda, ketika bunyi kendaraan semakin jarang terdengar, ketika senja pamit pergi dan ketika langit dihiasi jutaan bintang, saat itulah pena menemaniku dengan goresannya di malam. Dibalik dinding ruangan dan cahaya lampu yang sederhana, pena itu menemaniku menyusuri lorong-lorong pikiran, merangkai kata demi kata yang lahir dari hati. Pena yang menemani ku bukan sekedar alat untuk menulis, tetapi ia juga menjadi saksi tentang perjalanan hidup, menyimpan kisah tentang suka dan duka, tentang harapan yang belum tercapai serta doa-doa yang tak selalu mampu terucap dari bibir. Setiap goresannya seolah mengeluarkan bongkahan kata dari dalam tubuh, lalu mengubahnya menjadi kalimat yang memberi kelegaan. Ada malam-malam ketika hati terasa penuh oleh kegelisahan. Dalam diam, pena mengajakku untuk berdamai dengan diri sendiri. Ia mengingatkanku ba...