Postingan

KESEDIAAN SANTO YOSEPH

Gambar
.         Bapa Yoseph.. doakanlah kami Terlahir bukan orang yang hebat Berasal dari dusun yang sunyi dan tenang Dalam diam engkau membangun relasi Relasi pada dia yang Tuhan pilih Relasi yang polos dan ikhlas  Tanpa ada nuansa mafia dalam relung jiwa Sorot matamu memancarkan cinta yang ihklas Bibirmu diam tak membuka nada Langkah kakimu pasti dalam jejak Tanganmu merangkul dalam dekapan kasih Dan hatimu tenang menerima dengan tulus Tak banyak kata terucap dari bibirmu Namun setiap diam adalah kesetiaan dan ketaatan  Setiap langkah adalah jawaban pasti Atas panggilan yang sungguh menusuk raga Atas tawaran yang menggores relung jiwa Engkau menerima tanpa syarat  Dalam ketulusan tanpa memprotes Dunia pun hentak mungkin akan bertanya Ketika akal mencari kepastian  Dan cinta diuji oleh hal yang tidak masuk nalar Di samping Maria, engkau bukan pusat kisah Namun engkaulah penyangga yang setia berjalan Karena engkau tetap memilih percaya...

KEDALAMAN KETAATAN BUNDA MARIA

Gambar
         "Mama Bunda, Doakanlah kami" Ruangan sunyi itu berubah jadi dialog Antara Allah dan Manusia Sebuah penawaran sentak menuntut jawaban  Ada suara lembut yang menembus relung jiwa Bunda Maria Ada bisikan ilahi menembus sum-sum Bunda Maria Itu bukan gemuruh Bukan juga kilat menyambar Tapi panggilan yang menuntut jawaban Tawaran menuntut penyerahan  Dari surga yang menawarkan bumi Dari Allah yang memilih manusia Malaikat Gabriel menyapa dengan lembut Membisikan kata pesan dari Allah Kepada Maria diruangan sunyi itu "Salam hai engkau yang dikaruniai" "Tuhan menyertai engkau" Seketika tanda heran membekas diwajah Bunda Maria Lalu dalam diam nurani pun bertanya "Apa arti semua itu" Dalam nada pasti dan penuh keyakinan  Malaikat Gabriel meneguhkan nurani  Menguatkan raga yang lemah itu Memberi harapan pada jiwa yang letih "Jangan takut" "Allah akan menyertai engkau" "Anugerah Allah akan turun atasmu" Dari...

HATI YANG TERLUKA TAPI MEMAAFKAN

Gambar
Aku menggoreskan pena ini Diruangan yang sunyi dan hening Ditemani dinding rumah  Disaksikan seisi ruangan yang tak berkata Tentang imam Tuhan yang terluka  Tentang umat Tuhan yang kehilangan rasa hormat  Ada jejak media sosial yang memberitakan... Dibalik jubah putih yang ia kenakan dengan nada tenang,  Ada goresan luka yang tak terlihat Berdenyut tapi begitu pelan Bukan hanya di tubuh Tetapi di tempat yang paling sunyi dalam hatinya.... Ia datang membawa damai untuk semua Mengajarkan kasih yang tak memilih Dalam Ekaristi sebagai puncak segalanya Namun tangan yang seharusnya berdoa Berubah jadi sebuah kepalan meninju Kepalan itu seketika mendarat di tubuh yang berjubah Dan altar terasa lebih dingin dari biasanya Seakan altar runtuh dari kepalan itu Raga berjubah itu terhanyut dalam rebahan derita Seakan salib tampak lebih berat dari hari-hari yang lalu Ia sakit dan mungkin marah Tapi ia coba menahan dengan kekuatan yang bersumber dari DIA yang memilihnya...

TETAP SENYUM SAAT MENINGGAL

Gambar
Sebuah kisah inspiratif sekaligus sebuah peristiwa langkah dalam sejarah perjalanan hidup manusia datang dari seorang biarawati asal Argentina yakni Suster Cecelia Maria, seorang biarawati dari konggregasi karmelit tak berkasut. Lahir di San Martin de Los Andes, Argentina, bergabung dalam kongregasi Karmelit Tak berkasut pada usianya yang ke-24, lulusan keperawatan dan bekerja sebagai seorang perawat pada pelayanan Saints Teresa and Joseph di Argentina. Kisah hidupnya, terutama foto dirinya yang tetap tersenyum saat meninggal telah menyentuh hati sebagian jutaan orang dan menjadi inspirasi iman yang begitu mendalam. Suster Cecelia Maria meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker lidah dan para-paru. Foto dirinya yang tersenyum saat meninggal mengisyaratkan kedalaman makna dari peristiwa kematian manusia. Dalam keheningan yang penuh penyerahan dan Rahmat, Suster Cecelia Maria mengakhiri peziaraan hidupnya di dunia. Namun kepergiannya bukanlah kisah duka yang kelam, mela...

DI BALIK DINDING BIARA

Gambar
Sebut saja namanya Maria, seorang gadis berasal dari sebuah dusun yang jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kekotaan. Hidup bersama kedua orang tua dan keluarga di dusun itu terasa begitu menyenangkan dan sangat berarti bagi dirinya dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Suasana kehidupannya di dusun itu membuat Maria merasa disayang dan dicintai oleh kedua orang tua, keluarga dan sahabatnya. Setelah menamatkan pendidikan pada sekolah menengah pertama (SMP), Maria melanjutkan pendidikan tingkat atas (SMA) di sebuah kampung yang berdekatan dengan kampungnya, sehingga jarak tempuh dari rumah ke sekolah hanya berjalan kaki. Setiap pagi di setiap hari Maria berjalan kaki dari rumah ke sekolah dan begitupun sebaliknya. Rutinitas kehidupan seperti ini adalah sebuah kebiasaan yang sudah ia jalani hari demi hari, waktu demi waktu. Tidak ada rasa jenuh dan bosan, karena memang suasana dan panorama irama hidup seperti ini sudah menjadi sebuah budaya bagi sebagian besar orang desa (kampung)...

MENCINTAI: MENERIMA APA ADANYA

Gambar
Seorang pengusaha tambang berkenalan dengan seorang wanita pekerja malam (PSK) di salah satu tempat hiburan malam. Saat itu pengusaha bersama seorang temannya pergi makan malam di salah satu rumah makan, selesai makan keduanya hendak kembali kerumah, tetapi ditengah perjalanan pulang  mereka bertemu dengan salah seorang teman lain, lalu ketiganya kembali kerumah makan sekedar menemani salah seorang teman yang belum makan tersebut. Ketiganya asyik dalam ngobrol dirumah makan tersebut, mulai dari cerita tentang pekerjaan masing-masing sampai cerita tentang kehidupan rumah tangga mereka. Keasyikan di rumah makan dalam cerita malam itu membuat mereka larut dalam nuansa keakraban dan persaudaraan. Selesai menemani seorang teman dalam makan malam, ketiganya saling mengajak dan pergi ke sebuah tempat hiburan malam hanya sekedar jalan-jalan menikmati suasana malam itu.   Disalah satu sudut ruangan itu, duduklah seorang wanita dalam kesendirian sambil menikmati makanan...

TUHAN ADA DISNI, ITU CUKUP BAGIKU

Gambar
               Aku terjerat dijalur Tuhan    Aku terbawa arus dalam rencana Tuhan Aku menemukan Tuhan tidak hanya ditempat-tempat yang megah, di altar yang suci dan berkaliau, atau dalam doa yang panjang dan fasih. Aku juga menemukan-Nya disini, di antara wajah-wajah lelah yang menunggu kepastian, di tangan-tangan gemetar yang menggenggam harapan terakhir, di mata yang terlalu sering menangis hingga lupa bagaimana caranya bertahan dan percaya.  Aku seorang wanita menenun hidup dalam panggilan Tuhan, tetapi panggilanku tidak berhenti dan berada dalam lingkaran dinding biara. Aku berjalan di tempat-tempat yang sering dihindari orang: dibandara bagian kargo, dipelabuhan bagian yang sunyi, diruangan penampungan yang sesak, diperbatasan yang dingin dan tak ramai. Di sana aku bertemu mereka - para migran, para korban perdagangan manusia, para jenasah yang mati dipaksakan, para tenaga kerja yang hidupnya seperti terlempar dari ...