Postingan

DI BALIK DINDING BIARA

Gambar
Sebut saja namanya Maria, seorang gadis berasal dari sebuah dusun yang jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kekotaan. Hidup bersama kedua orang tua dan keluarga di dusun itu terasa begitu menyenangkan dan sangat berarti bagi dirinya dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Suasana kehidupannya di dusun itu membuat Maria merasa disayang dan dicintai oleh kedua orang tua, keluarga dan sahabatnya. Setelah menamatkan pendidikan pada sekolah menengah pertama (SMP), Maria melanjutkan pendidikan tingkat atas (SMA) di sebuah kampung yang berdekatan dengan kampungnya, sehingga jarak tempuh dari rumah ke sekolah hanya berjalan kaki. Setiap pagi di setiap hari Maria berjalan kaki dari rumah ke sekolah dan begitupun sebaliknya. Rutinitas kehidupan seperti ini adalah sebuah kebiasaan yang sudah ia jalani hari demi hari, waktu demi waktu. Tidak ada rasa jenuh dan bosan, karena memang suasana dan panorama irama hidup seperti ini sudah menjadi sebuah budaya bagi sebagian besar orang desa (kampung)...

MENCINTAI: MENERIMA APA ADANYA

Gambar
Seorang pengusaha tambang berkenalan dengan seorang wanita pekerja malam (PSK) di salah satu tempat hiburan malam. Saat itu pengusaha bersama seorang temannya pergi makan malam di salah satu rumah makan, selesai makan keduanya hendak kembali kerumah, tetapi ditengah perjalanan pulang  mereka bertemu dengan salah seorang teman lain, lalu ketiganya kembali kerumah makan sekedar menemani salah seorang teman yang belum makan tersebut. Ketiganya asyik dalam ngobrol dirumah makan tersebut, mulai dari cerita tentang pekerjaan masing-masing sampai cerita tentang kehidupan rumah tangga mereka. Keasyikan di rumah makan dalam cerita malam itu membuat mereka larut dalam nuansa keakraban dan persaudaraan. Selesai menemani seorang teman dalam makan malam, ketiganya saling mengajak dan pergi ke sebuah tempat hiburan malam hanya sekedar jalan-jalan menikmati suasana malam itu.   Disalah satu sudut ruangan itu, duduklah seorang wanita dalam kesendirian sambil menikmati makanan...

TUHAN ADA DISNI, ITU CUKUP BAGIKU

Gambar
               Aku terjerat dijalur Tuhan    Aku terbawa arus dalam rencana Tuhan Aku menemukan Tuhan tidak hanya ditempat-tempat yang megah, di altar yang suci dan berkaliau, atau dalam doa yang panjang dan fasih. Aku juga menemukan-Nya disini, di antara wajah-wajah lelah yang menunggu kepastian, di tangan-tangan gemetar yang menggenggam harapan terakhir, di mata yang terlalu sering menangis hingga lupa bagaimana caranya bertahan dan percaya.  Aku seorang wanita menenun hidup dalam panggilan Tuhan, tetapi panggilanku tidak berhenti dan berada dalam lingkaran dinding biara. Aku berjalan di tempat-tempat yang sering dihindari orang: dibandara bagian kargo, dipelabuhan bagian yang sunyi, diruangan penampungan yang sesak, diperbatasan yang dingin dan tak ramai. Di sana aku bertemu mereka - para migran, para korban perdagangan manusia, para jenasah yang mati dipaksakan, para tenaga kerja yang hidupnya seperti terlempar dari ...

SUSTER "KARGO" DAN MISI KEMANUSIAAN

Gambar
Sabtu, 11 April 2026 saya kedatangan seorang tamu dari Kupang namanya Sr. "Kargo" (nama julukan karya, sedangkan nama aslinya Sr. Laurentina, PI.) Beliau adalah seorang biarawati dalam kongregasi Penyelenggaraan Ilahi (Congregatio of Divine Providence/sister of Divine Providence).  Saya bertemu dan mengenal pribadi yang satu ini sejak saya menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Paroki St. Yoseph-Penfui-Kupang. Saat itu beliau ditugaskan oleh konggregasi untuk menjalani suster karya di Keuskupan Agung Kupang, tinggal di komunitas suster penyelenggaran Ilahi, kampung nasipanaf-kupang. Singkat cerita kami sudah lama berkenalan, hanya hilang jejak ditelan waktu karena tugas dan pelayanan masing-masing.  Kedatangan suster ke Alor dalam rangka menjalankan misi sosial kemanusiaan yakni menghantar seorang wanita, tenaga kerja perantauan yang menjadi korban human trafficking. Menjalani misi kemanusiaan merupakan salah satu sisi dari spiritualitas kehidupan para ...

OKTAF PASKAH

Gambar
(Share dari tulisan Bapak Beni Asalau) Setelah melewati Minggu sengsara atau sering kita kenal dengan Minggu pekan suci, kita merayakan paskah, merayakan Tuhan Yesus yang bangkit mulia dan jaya. Moment ini kita kenal dengan Perayaan paskah. Sesudah merayakan terang kebangkitan pada malam paskah, sesuai tradisi dalam gereja katolik, kita merayakan paskah dan masuk dalam masa oktaf paskah. Oktaf paskah ini dirayakan selama delapan hari penuh dan Minggu oktaf paskah sering dikenal juga Minggu Quasimodo. Selama oktaf paskah, gereja seolah-olah memperpanjang hari raya Paskah. Setiap hari dari Minggu kebangkitan sampai pada minggu berikutnya dirayakan dengan suasana yang sama meriahnya.  Bahkan dalam liturgi, setiap hari dalam oktaf paskah ini diperlakukan seperti hari raya; ada gloria, ada alleluya dan nuansanya penuh sukacita. Gereja ingin menegaskan bahwa kebangkitan Yesus bukan peristiwa kecil dan biasa melainkan peristiwa terbesar dan termulia dalam iman gereja katolik....

JALAN SALIB

Gambar
Sudah menjadi sebuah tradisi iman yang ada dalam gereja katolik yakni pada masa prapaskah, umat katolik diajak untuk ikut merenungkan dan mengenangkan jalan salib Tuhan Yesus Kristus. Jalan salib dilakukan atau dilaksanakan pada setiap hari jumad dalam masa prapaskah dan pada hari jumad Agung. Didalam jalan salib itu, ada 14 perhentian yang harus direnungkan dan didoakan secara bersama. Ke-14 perhentian jalan salib itu sebagai berikut: I. YESUS DIHUKUM MATI Marilah berdoa; Ya Tuhan Yesus, sesungguhnya bangsa-bangsa adalah setitik air dalam timba dan seperti debu dalam neraca. Karena itu buatlah kami menyadari dosa-dosa kami agar layak mengikuti jalan salib-Mu ini. Tumbuhkanlaj dalam diri kami sikap kesabaran dan selalu menjunjung tinggi nilai persaudaraan tanpa memandang suku, agama atau golongan. Taburkanlah dalam diri kami iman secukupnya agar kami saling bergandengan tangan mewartakan kebenaran dan keagungan karya penebusan-Mu.  II. YESUS MAMANGGUL SALIB ...

PERAYAAN EKARISTI REKONSILIASI

Gambar
Hari itu kamis 19 Maret 2026, sore pada pukul 17.00 wit (05.00) bertempat di Gereja Paroki St. Yakobus Rasul (SAYORA)- Bukapiting-Alor, ada perayaan Ekaristi Rekonsiliasi, yang merupakan kelanjutan dan wujud konkrit kesepakatan bersama dalam pertemuan rekonsiliasi pada Minggu 15 Maret 2026. Hadir dalam perayaan Ekaristi tersebut adalah semua umat yang berada dipusat paroki SAYORA dan juga umat paroki SAYORA yang berdomisili diluar paroki. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh pastor RD. Robert Faot dan didampingi pastor RD. Alfons Hokon. Perayaan ini bertepatan dengan pesta St. Yusuf suami Maria. Keteladanan hidup iman Santu Yusuf menjadi inspirasi terindah bagi perjalanan kebersamaan umat dalam paroki SAYORA. Perayaan Ekaristi rekonsiliasi merupakan salah satu perayaan iman yang memiliki makna sangat mendalam dalam kehidupan umat beriman. Dalam perayaan ini umat diajak kembali menyadari kasih Allah' yang tak terbatas, sekaligus membuka hati untuk menerima pengampunan dan bel...