PERJALANAN KE KAPELA MARITAING

Sebuah perjalanan sore itu menuju Kapela Sta. Maria Bintang Timur- Maritaing, pada Sabtu 28 February 2026, saya bersama ketiga teman katekis. Kapela ini terletak di Kecamatan Alor Timur,  diujung timur Pulau Alor, dan merupakan daerah perbatasan antara negara Indonesia dan negara Timor Leste. Kapela ini merupakan salah satu Kapela dalam wilayah pelayanan Paroki St. Yakobus Rasul-Bukapiting, dan merupakan Kapela bungsu karena baru dibentuk dan didirikan pada tahun 2025, Kapela yang paling terakhir didirikan dan bergabung dalam wilayah Paroki St. Yakobus Rasul. Perjalanan dari Paroki menuju Kapela tersebut ditempuh dalam waktu dua jam perjalanan. Kami berempat menikmati perjalanan itu dengan santai sambil foto bersama ditempat-tempat tertentu yang pemandangannya begitu indah dan mempesona. Kami tiba di Kapela pada pukul 17.30 sore, bertemu dan menyapa umat disana dalam suasana sukacita dan penuh keakraban. Kami melewati sore itu dalam cerita bersama, ada banyak topik yang menjadi bahan cerita, sambil menikmati' minuman kopi yang telah disiapkan oleh umat. 
Setelah minum bersama, kami rekreasi dengan bermain kartu bersama. Suasana semakin terasa akrab dan menyenangkan ketika dalam permainan itu ada moment untuk saling ganggu satu sama lain, teristimewa teman yang kalah dalam permainan itu. Ada warna-warni rasa tersendiri yang dirasakan dan dialami saat dalam permainan kartu. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 21.00  (jam 09.00 malam), kami diajak untuk makan malam bersama. Suasana makan bersama saat itu terasa penuh keakraban dan suasana sukacita karena moment saling ganggu dalam permainan kartu, masih terbawa sampai dimeja makan. Selesai makan malam, kami lanjut dengan rekreasi, permainan dilanjutkan. Saling ganggu dan olok-olokan kecil menghiasi permainan saat itu, hingga tak terasa waktu menunjukan pukul 1.30, kami mengakhiri permainan tersebut dan masing-masing pamit menuju pembaringan malam. Malam itu pun menghantar kami menuju mimpi hingga pagi menjemput untuk bangun, mempersiapkan diri merayakan Ekaristi Minggu prapaskah II. Umat yang hadir dalam Ekaristi di Kapela itu lumayan banyak, hanya beberapa umat yang tidak sempat hadir karena tugas ke kota. Ekaristi dimulai pada pukul 09.00 pagi.
Bacaan-bacaan suci pada Minggu prapaskah II, masih seputar berpuasa dan berpantang. Dalam bacaan pertama (Kej. 12:1-4) berbicara tentang Abraham yang senantiasa mendengarkan firman Tuhan, ia membiarkan dirinya dituntun oleh firman Allah menuju tanah terjanji. Allah menghantar Abraham dan keturunannya melalui seluk beluk kehidupan, kegembiraan dan penderitaan menuju tanah kemuliaan. Melalui ketaatan Abraham, berkat Allah melimpah bagi semua keturunanya. Sementara dalam bacaan kedua, Rasul Paulus dalam suratnya kepada Timotius mengajak untuk tetap tabah dalam pewartaan kabar gembira. Ikutlah menderita bagi Injil Kristus. Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan Kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia Tuhan sendiri. Sedangkan dalam Injil diceritakan tentang peristiwa Yesus dan para Murid yang sedang berada disebuah gunung yang tinggi, dan disaat itulah Yesus berupa rupa, wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Penampakan itu menunjukan  Yesus yang dipermuliakan Bapa, tetapi juga menjadi hamba yang menyerahkan diri-Nya demi keselamatan manusia. Diatas gunung itulah Bapa memperkenalkan Yesus Putera-Nya kepada Simon Petrus, Yakobus dan Yohanes. Inilah anak yang Ku kasihi, kepada-nya lah Aku berkenan, dengarkanlah Dia. 
Selesai perayaan Ekaristi, karena situasi saat itu hujan lebat maka permainan kartu dilanjutkan sambil menunggu makan siang bersama. Waktunya menunjukan untuk makan siang, dan permainan dihentikan. Selesai makan siang, saya dan ketiga teman katekis mohon pamit untuk kembali ke paroki. Kami berangkat dari Kapela pada pukul 15.00, tidak ada halangan apapun sepanjang perjalanan itu hingga tiba di paroki pada pukul 17.00. (Alfons H). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERIMA KASIH UNTUKMU

MISA DI KAPELA MARITAING

TENTANG DIA YANG KUTINGGALKAN