MENCINTAI: MENERIMA APA ADANYA
Seorang pengusaha tambang berkenalan dengan seorang wanita pekerja malam (PSK) di salah satu tempat hiburan malam. Saat itu pengusaha bersama seorang temannya pergi makan malam di salah satu rumah makan, selesai makan keduanya hendak kembali kerumah, tetapi ditengah perjalanan pulang mereka bertemu dengan salah seorang teman lain, lalu ketiganya kembali kerumah makan sekedar menemani salah seorang teman yang belum makan tersebut. Ketiganya asyik dalam ngobrol dirumah makan tersebut, mulai dari cerita tentang pekerjaan masing-masing sampai cerita tentang kehidupan rumah tangga mereka. Keasyikan di rumah makan dalam cerita malam itu membuat mereka larut dalam nuansa keakraban dan persaudaraan. Selesai menemani seorang teman dalam makan malam, ketiganya saling mengajak dan pergi ke sebuah tempat hiburan malam hanya sekedar jalan-jalan menikmati suasana malam itu.
Disalah satu sudut ruangan itu, duduklah seorang wanita dalam kesendirian sambil menikmati makanan yang ada didepannya. Ketiga laki-laki itu pun mengambil posisi duduk dimeja dekat si wanita itu. Ketika memandang si wanita itu, pengusaha ini merasa semacam ada getaran yang mengguncang dirinya, semacam ada daya tarik tersendiri yang memikat nuraninya, ada rasa aneh yang mengalir deras dalam dirinya, detak jantung berdebar tak beraturan ketika memandang si wanita yang duduk di sudut ruang itu, matanya tak pecam dari tatapan tajamnya kepada si wanita tersebut. Si wanita itu merasa terganggu dengan kehadiran ketiga orang ini, maka sesudah selesai makan dia menuju ke salah satu ruangan lain sekedar menghindari diri dari ketidaknyaman tersebut. Dengan penuh penasaran pengusaha tambang itu meminta ijin pada kedua temannya lalu mengikuti wanita itu, dan ketika masuk dalam ruangan pengusaha ini melihat wanita tadi duduk sendiri sambil mengutak-atik Handphonenya.
Dengan penuh percaya diri dia mendekati wanita itu lalu meminta ijin untuk duduk dekatnya. Malam pertemuan itu terasa ada magnet yang menggerakan dan menarik nurani untuk saling berkenalan, maka si pengusaha membuka percakapan dengan menanyakan nama si wanita itu. Sesudah saling memberitahukan nama masing-masing, keduanya larut dalam suasana romantis, seakan ruangan itu menjadi saksi tentang getaran nurani si pengusaha itu pada wanita, seakan dentuman musik dalam ruangan itu menghantar keduanya masuk dalam kemesraan rasa yang sedang bergejolak. Ruangan itu jadi saksi dan pendengar setia pembicaraan dua insan berbeda jenis, ruangan itu seakan wadah persemaian benih cinta ditaburkan, ruangan itu menjadi latar belakang pentasan rasa dua insan yang larut dalam cerita tentang arti sebuah rasa dan arti sesungguhnya dari kekaguman dan ketertarikan. Keduanya larut dalam cerita mesra malam itu diruang yang hingar bingar karena dentuman musik yang bergelegar diruangan. Hampir satu jam keduanya larut dalam diskusi romantis ditemani alunan musik dalam ruang itu. Mereka saling memberi nomor handphone, mungkin sebagai kelanjutan diskusi mereka lewat media sosial. Akhirnya si pengusaha itu pun pamit pergi meninggalkan si wanita seorang diri dalam ruangan dan bertemu dengan kedua temannya yang begitu setia menunggunya. Setelah itu ketiganya pun meninggalkan tempat itu dan kembali kerumah masing-masing.
Sejak saat itu hati pengusaha terbawa rasa dengan si wanita, akhirnya mereka melanjutkan hubungan melalui WhatsApp. Si pengusaha meminta dia (wanita) agar tidak lagi bekerja sebagai wanita hiburan malam, karena dia pingin supaya hubungan mereka tetap dijalani dan sepakat untuk melanjutkan sampai ke jenjang yang lebih serius yakni menikah. Karena merasa niat hati si pengusaha ini sangat serius maka sejak saat itu si wanita meninggalkan dunia hiburan malam. Komunikasi mereka lewat media sosial ini begitu intens dan lancar, kadang mereka janjian untuk bertemu sekedar mengobati rasa rindu yang terpendam dalam diri. Keseriusan dan ketulusan hati si pengusaha mencintai si wanita ini membuat hubungan mereka begitu romantis dan bahkan rasa dalam diri keduanya begitu kuat mengikat dan saling merindukan. Kini perjalanan hubungan mereka sudah setahun dan keduanya merasa sudah saling mengenal dan memahami satu sama lain, maka kini mereka berencana untuk masuk dalam kehidupan berumah tangga. Pertemuan kedua orang tua dan keluarga dilakukan dan menyepakati untuk keduanya mengurus pernikahan. Akhirnya kerinduan akan hari pernikahan pun tiba, keduanya mengikrarkan janji setia untuk saling mencintai, saling mengasihi, saling menerima dan saling melengkapi dalam kehidupan berumah tangga. (Alfons H)
Komentar
Posting Komentar