OKTAF PASKAH
(Share dari tulisan Bapak Beni Asalau)
Bahkan dalam liturgi, setiap hari dalam oktaf paskah ini diperlakukan seperti hari raya; ada gloria, ada alleluya dan nuansanya penuh sukacita. Gereja ingin menegaskan bahwa kebangkitan Yesus bukan peristiwa kecil dan biasa melainkan peristiwa terbesar dan termulia dalam iman gereja katolik. Oktaf paskah berlangsung selama delapan hari karena misteri kebangkitan Tuhan Yesus sungguh amat agung dan terbesar dalam karya penebusan Bapa bagi manusia, sehingga tidak cukup merayakan paskah hanya dalam satu hari. Gereja memberi waktu dan kesempatan agar umat benar-benar merenungkan, meresapi, memahami, mengalami dan menghayati sukacita paskah secara lebih mendalam. Ibarat sebuah pesta yang besar, tidak cukup untuk satu hari saja.
Sesudah masa oktaf paskah, gereja merenungkan dan merayakan secara khusus Minggu paskah II yang juga dikenal dengan Minggu kerahiman illahi. Dalam perayaan Minggu kerahiman ilahi, gereja menegaskan kembali bahwa buah dari kebangkitan Kristus adalah kasih dan kerahiman Allah yang begitu besar dan terbuka bagi semua orang yang percaya.
Selama masa oktaf paskah kita mendengarkan pemberitaan atau cerita tentang Tuhan Yesus yang bangkit, hal ini nampak dalam seluruh bacaan suci pada masa oktaf paskah. Dalam tradisi iman, hari kedelapan sering dimaknai sebagai simbol penciptaan baru, kehidupan baru yang diberikan Allah bagi manusia lewat misteri kebangkitan Putera-Nya Yesus Kristus. Makna ini bertitik tolak juga pada penebusan dan pembebasan manusia dari kesalahan dan dosa-dosa, yang memurnikan dan membuat manusia mengalami sebuah hidup baru yang dihadiahkan Allah melalui Yesus Kristus. Karena itu sebagai umat beriman, kita diajak untuk tidak berhenti bersukacita hanya satu hari saja yakni pada Minggu paskah saja. Selamat oktaf paskah kita diajak untuk:
Terus bersyukur
Hidup baru dalam dan bersama Kristus
Hidup dalam sukacita
Hidup dalam kasih persaudaraan
Mengamalkan kebaikan dalam hidup
Dekatkan diri pada Tuhan melalui doa dan kerja.
Komentar
Posting Komentar