SUSTER "KARGO" DAN MISI KEMANUSIAAN
Sabtu, 11 April 2026 saya kedatangan seorang tamu dari Kupang namanya Sr. "Kargo" (nama julukan karya, sedangkan nama aslinya Sr. Laurentina, PI.) Beliau adalah seorang biarawati dalam kongregasi Penyelenggaraan Ilahi (Congregatio of Divine Providence/sister of Divine Providence). Saya bertemu dan mengenal pribadi yang satu ini sejak saya menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Paroki St. Yoseph-Penfui-Kupang. Saat itu beliau ditugaskan oleh konggregasi untuk menjalani suster karya di Keuskupan Agung Kupang, tinggal di komunitas suster penyelenggaran Ilahi, kampung nasipanaf-kupang. Singkat cerita kami sudah lama berkenalan, hanya hilang jejak ditelan waktu karena tugas dan pelayanan masing-masing.
Kedatangan suster ke Alor dalam rangka menjalankan misi sosial kemanusiaan yakni menghantar seorang wanita, tenaga kerja perantauan yang menjadi korban human trafficking. Menjalani misi kemanusiaan merupakan salah satu sisi dari spiritualitas kehidupan para suster (kongregasi) Penyelenggaraan Ilahi (PI). Dalam dunia sosial media, beliau lebih sering disapa Suster Kargo. Sapaan ini merupakan sematan jejak karyanya yang lebih banyak bergelut didunia human trafficking dan migran, lebih khusus lagi beliau banyak berurusan dengan peti jenasah yang merupakan jenasah para korban human trafficking dan migran. Keseringan berurusan dengan peti jenasah para korban dibandara makanya beliau dijuluki suster kargo. Hampir semua jenasah yang menjadi korban human trafficking dan migran yang dipulangkan ketanah air, khususnya dalam wilayah Nusa Tenggara Timur selalu menjadi perhatian dan keterlibatan penuh dari beliau. Beliau juga terlibat penuh dalam urusan para tenaga kerja perantauan yang punya masalah atau persoalan ditanah rantau, secara khusus mereka yang menjadi korban kekerasan para majikan dan mereka yang diperlakukan secara tidak berkemanusiaan oleh pihak-pihak tertentu selama ditanah rantau (ditempat kerja).
Demikianlah dunia human trafficking dan migran merupakan bagian utuh dalam jejak karya dan perhatian penuh suster Kargo. Dengan bergelut didunia human trafficking dan migran inilah yang membuat beliau begitu kuat dan sangat berani menantang semua pelaku Human trafficking dan para calo migran yang mengurus tenaga kerja tanpa memiliki adminstrasi lengkap, atau dengan kata lain beliau sangat menentang para pelaku yang mengirim tenaga kerja tanpa melewati prosedural dengan memenuhi semua persyaratan atau pemberkasan lengkap sebagai tenaga kerja. Sikap berani dan menantang' beliau menunjukan betapa beliau sangat menghargai nilai martabat manusia, menjunjung tinggi luhurnya hidup manusia, betapa cinta dan kasih sayang harus dihidupi, berapa tinggi dan luhurnya diri seorang manusia.
Dalam cerita-cerita bersama beliau, ada banyak hal yang berkaitan dengan human trafficking dan migran, mulai dari persoalan tentang pengiriman tenaga kerja yang tidak melalui prosedural hingga bagaimana nasib para tenaga kerja ketika berada di tempat perantauan. Hampir setiap tahun, beliau harus keluar negeri terutama ke Malaysia, dalam rangka urusan human trafficking dan migran. Kepedulian dan perhatian terhadap nasib para pekerja di perantauan menjadi menu harian yang senantiasa beliau nikmati dalam perjalanan karyanya dan kehidupan spiritualnya. Maka dari kedalaman nuraninya, suster kargo memilih moto spiritualnya "TUHAN ADA DISINI, ITU CUKUP BAGIKU". Sebuah nada doa yang menjadi kekuatan bagi perjalanan karyanya dan sekaligus menjadi pertanda bahwa dalam diri para korban human trafficking dan migran, beliau menemukan kehadiran Tuhan yang senantiasa selalau ada dan bersamanya. Beliau menempatkan Tuhan dalam kebersamaan dengan para korban kemanusiaan dan dalam karya kemanusiaan itulah beliau menemukan arti doa yang sesungguhnya nyata dan hidup dalam keseharian. Kini suster Kargo tetap menjalankan misi kemanusiaan dan tetap melayani Tuhan dan manusia melalui doa dan karya. Suster Kargo kini bertugas di Kupang, disebuah rumah komunitas religius, disanalah dia menempah nurani dalam pergumulan kemanusiaan yang hadir lewat pelayanannya yang penuh kasih dan cinta. (Alfons H)
Komentar
Posting Komentar