GONG DAN MOKO DALAM BUDAYA ALOR
Dalam kehidupan masyarakat Alor, ada warisan leluhur yang terpelihara hingga saat ini adalah dua benda pusaka yakni Gong dan Moko. Benda-benda ini bukanlah warisan biasa tetapi merupakan warisan yang memilki makna tersendiri, baik dalam sisi spiritual, sosial dan ekonomi; dan merupakan simbol martabat orang Alor-kekhasan dan keunikan orang Alor. Dari warisan inilah kini pulau Alor sering dijuluki pulau seribu Moko. Sebutan pulau seribu Moko menandakan bahwa dua benda pusaka ini dapat ditemukan disemua sudut peradaban masyarakat Alor, dan tetap menjadi benda yang tak tergantikan ketika masyarakat Alor dihadapan sebuah hajatan dengan bingkai tradisi masyarakat Alor.
MOKO
Dalam cerita yang turun temurun dari generasi ke generasi dalam budaya Alor, kesan umum yang terdengar tentang benda yang satu ini adalah simbol harkat dan martabat,; benda yang mengangkat wibawa dari sebuah suku atau marga, walau sepintas kita melihat dan menemukan bahwa dibalik ukiran indah di Moko itu hanyalah semacam nekara kecil dari perunggu yang bentuknya menyerupai genderang. Tetapi itulah makna terdalam dari sebuah Moko yang berdiam dibalik perunggu warisan leluhur. Ada beberapa makna dari warisan leluhur akan benda yang satu ini:
Makna spiritual dari Moko
1. Simbol leluhur dan roh nenek moyang
Masyarakat Alor percaya bahwa Moko menyimpan kekuatan spiritual leluhur. Dalam beberapa tradisi lama, Moko dipakai dalam ritual orang mati, penyelesaian adat dan upacara penting untuk menghadirkan restu para leluhur.
2. Lambang kesakralan dan perlindungan
Moko dianggap benda pusaka suci yang membawa kesejahteraan, keharmonisan dan perlindungan bagi keluarga atau suku pemiliknya. Pelanggaran adat terkait moko diyakini dapat mendatangkan bencana atau kegagalan panen.
3. Simbol status spiritual dan sosial
Kepemilikan moko melambangkan kehormatan, martabat dan kedudukan adat. Dalam budaya Alor, nilai spiritual dan sosial Moko tidak bisa dipisahkan.
4. Media harmoni sosial dan religius
Dalam upacara adat orang Alor, bunyi Moko dipercaya mempersatukan masyarakat dan menciptakan keseimbangan antara dunia manusia dengan dunia spiritual.
5. Simbol kehidupan dan kesinambungan keturunan
Karena dipakai sebagai belis (mas kawin adat) Moko juga melambangkan kelanjutan garis keturunan, penghormatan kepada perempuan dan ikatan antarkeluarga.
Makna sosial dari moko
1. Simbol status dan prestise
Kepemilikan moko menunjukan kedudukan sosial sebuah keluarga atau suku. Semakin tua, besar atau langka Moko yang dimiliki, semakin tinggi juga penghormatan masyarakat terhadap pemiliknya.
2. Mas kawin dalam perkawinan adat
Moko sering digunakan sebagai bagian utama dari belis atau mas kawin. Dalam banyak komunitas di Alor, pernikahan adat belum lengkap tanpa penyerahan moko dari pihak laki-laki kepada keluarga perempuan. Karena itu moko menjadi simbol penghargaan terhadap perempuan dan ikatan antar-keluarga.
3. Pemersatu hubungan sosial
Proses peminjaman, pertukaran atau pewarisan moko memperkuat hubungan kekerabatan antar kampung dan antar marga. Moko menjadi media solidaritas sosial dan kerja sama adat.
4. Lambang identitas budaya
Moko dianggap warisan leluhur dan identitas budaya orang Alor. Tipe dan model Moko sangat bervariasi tetapi dari situlah kekhasan budaya terpancar kuat mengakar.
GONG
Selain Moko, masyarakat Alor juga mengenal pusaka Gong, yang juga merupakan warisan leluhur dan menjadi simbol khas budaya Alor dalam setiap hajatan atau seremonial adat di Alor. Beberapa makna penting yang terkandung dalam gong:
1. Simbol status dan kekayaan
Bagi kalangan sebagian besar orang Alor, gong adalah benda pusaka warisan leluhur dan dianggap sebagai simbol status dan kekayaan setiap keluarga atau suku. Karena itu gong bagi masyarakat adat Alor adalah benda berharga.
2. Bagian dari adat dan ritual
Gong selalu dipakai dalam upacara adat seperti perkawinan, penyambutan tamu, ritual panen, peristiwa kematian, dan juga ritual perdamaian. Ini selalu dikaitkan dengan bunyi gong. Bunyi gong dipercaya menghubungkan manusia, leluhur, alam dan Allah.
3. Alat komunikasi tradisional
Sejak dahulu sampai sekarang orang Alor menggunakan gong sebagai alat musik tradisional, yang selalu di pakai pada saat kematian, penerimaan tamu, pesta kampung, pencarian orang yang hilang, ketika ada bahaya dan pertemuan adat.
Demikianlah makna Moko dan gong dalam tradisi masyarakat Alor. (Alfons H)
Komentar
Posting Komentar