HARI RAYA KENAIKAN TUHAN
Tahun ini gereja katolik merayakan hari raya kenaikan Tuhan Yesus tepat pada tanggal 14 Mei 2026, 40 hari sesudah peristiwa kebangkitan/Minggu paskah. Hari raya ini sering dikenal dengan kamis kenaikan, kamis Kudus atau hari kenaikan Tuhan Yesus, Sang Juru selamat. Kenaikan Tuhan Yesus ke surga merupakan salah satu peristiwa penting dalam kehidupan iman katolik dan merupakan sebuah tradisi yang kuat melekat dalam gereja katolik yang terus menerus dihidupkan dan dirayakan setiap tahun. Peristiwa ini bukan sekedar merupakan akhir dari pelayanan Tuhan Yesus di dunia, melainkan keberlanjutan karya besar Allah yang menyelamatkan umat manusia, karena sesudah kenaikan Tuhan, kita akan merayakan peristiwa turunya Roh Kudus atau sering dikenal dengan Pentakosta. Semuanya ini merupakan satu rangkaian karya agung Allah, yang terjelma dalam misteri inkarnasi, misteri kematian dan kebangkitan, misteri kenaikan dan misteri pencurahan Roh Kudus. Kehadiran atau turunnya Roh Kudus menggenapi pribadi Allah dalam Tritunggal Maha Kudus, Allah Bapa - Allah Putera dan Allah Roh Kudus.
Setelah kebangkitan, Yesus bertemu dan menyapa para murid dan orang-orang percaya melalui peristiwa penampakan dan Ia mengajar mereka tentang kepenuhan kerajaan Allah yang diceritakan oleh para Nabi sejak dahulu, dan Ia meneguhkan iman mereka dan mempersiapkan mereka untuk tugas besar yakni perutusan memberitakan Injil ke seluruh dunia. Dalam tradisi dan juga dalam Kitab Suci, kita mengetahui bahwa Yesus naik ke surga (terangkat ke langit) disaksikan oleh para murid, sampai awan menutupi-Nya dari pandangan mereka. Peristiwa ini tentu menimbulkan berbagai perasaan dalam diri dan hati para murid: kagum/heran, haru, bingung, sedih karena kehilangan sang Guru yang selalu ada dan bersama-sama dengan mereka. Walau dalam suasana perasaan seperti ini, mereka kembali teringat akan kata-kata dan janji Yesus yang akan selalu menyertai mereka, dengan mengirimkan penghibur yakni Roh Kudus kepada mereka; Roh Kudus yang akan menyertai, menghibur, mengajar dan membimbing mereka. Inilah yang menguatkan dan meneguhkan iman para murid ketika berhadapan dengan peristiwa kenaikan Yesus.
Kenaikan Tuhan Yesus menunjukkan kesejatian kemualiaan-Nya sebagai manusia dan sebagai Allah. Setelah menyelesaikan karya-Nya di dunia yang berpuncak pada kesengsaraan, kematian dan kebangkitan, Yesus kembali kepada Bapa-Nya. Hal ini menegaskan bahwa Yesus menang atas dosa dan maut, dan kehadiran-Nya dalam perjalanan hidup manusia di dunia tidak lagi secara fisik yang kelihatan, melainkan memerintah dari surga dengan kuasa Roh Kudus yang selalu dan senantiasa memampukan manusia. Dengan ini menunjukan bahwa kenaikan Tuhan Yesus merupakan perpisahan secara fisik tapi hadir lewat kuasa Roh Kudus yang merupakan bagian utuh dari pribadi Allah Tri Tunggal, yang selalu menyertai, membimbing dan mengasihi semua orang percaya.
Janji tentang Roh Kudus menjadi pengharapan besar bagi murid, sebab dengan kenaikan-Nya para murid akan menghadapi berbagai tantangan, penolakan bahkan penganiayaan. Mereka adalah orang-orang biasa dengan segala kelemahan dan ketakutan manusiawi. Karena itu mereka membutuhkan kuasa karunia dari Allah sendiri sehingga mampu menjalankan tugas pelayanan di dunia. Roh Kudus diberikan bukan hanya sebagai simbol tetapi sebagai tanda kehadiran Allah yang hidup dalam hati orang percaya.
Janji akan Roh Kudus digenapi pada hari Pentakosta, saat itu para murid mengalami suasana atau situasi yang berubah sangat luarbiasa, kemampuan manusiawi sulit dipahami saat itu karena mereka dicurahkan Roh Kudus yang memapukan mereka untuk berani bersaksi tentang Injil. Mereka yang sebelumnya takut menjadi berani; mereka yang sebelumnya bingung menjadi penuh hikmat; mereka yang sebelumnya putus asa kini memiliki pengharapan; mereka yang sebelumnya sedih menjadi kuat dan bersukacita; mereka yang sebelumnya dianiaya kini menjadi pewarta dan memberi kesaksian tentang Tuhan Yesus di segalah penjuruh dunia.
Dari sinilah gereja mula-mula bertumbuh dan karya keselamatan Allah terus diberikan sampai hari ini. Bagi kita zaman sekarang, kenaikan Tuhan Yesus dan janji Roh Kudus memiliki makna yang mendalam. Pertama, peristiwa ini mengingatkan kita bahwa iman yang sejati tidak hanya berakhir pada peristiwa salib yang adalah kematian, melainkan pada misteri kebangkitan (kehidupan) yang berlangsung dengan penyertaan Roh Kudus bagi orang percaya. Kedua, bahwa Allah sesungguhnya tetap dan akan selalu menyertai umat-Nya lewat pencurahan Roh Kudus; Roh Kudus ini akan menjadi penolong dalam kelemahan dan ketakberdayaan; memberi ketenangan dan damai saat kegelisahan; dan memimpin pada kebenaran.
Di sisi lain janji Roh Kudus mengingatkan bahwa setiap orang percaya dipanggil menjadi saksi tentang Tuhan Yesus dan ajaran-Nya ditengah-tengah dunia. Menjadi saksi bukan hanya melalui perkataan tetapi juga melalui tindakan nyata yang hidup; hidup dalam kasih, dalam kejujuran, dalam pengampunan dan kerendahan hati. Dunia yang penuh kebencian dan perpecahan, dunia yang penuh penindasan dan peperangan, selalu membutuhkan orang-orang yang membawa harapan, damai dan sukacita.
Akhirnya peristiwa kenaikan Tuhan Yesus dan janji Roh Kudus mengajak setiap kita untuk semakin percaya dan memiliki keberanian bersaksi tentang Tuhan Yesus dan kebenaran yang bersumber dari DIA. Yesus yang naik ke surga tetap bekerja didunia ini melalui Roh Kudus; Ia hadir memberikan penghiburan bagi yang lemah, kekuatan bagi yang putus asa, dan pengharapan bagi yang mencari jalan hidup, serta sukacita bagi yang menderita. Ini adalah tugas yang melekat dalam diri setiap orang percaya dan harus dinyatakan melalui seluruh tindakan dan kesaksian yang menghadirkan kebenaran dan kebaikan.
" Karena itu, pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus,
,.......Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan kepadamu.......Ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman"Mat. 28: 19-20
(Alfons H)
Komentar
Posting Komentar