TUBUH TERPENJARA OLEH ALKOHOL
Beberapa hari ini saya bertemu dengan sekelompok manusia yang suka sekali dan bahkan hampir setiap hari bergaul dengan minuman keras (alkohol). Bahkan ketika ada peristiwa atau kegiatan kerohanian pun, orang tersebut tetap mabuk. Dan hasil dari perilaku ini saya akhirnya sadar bahwa ini adalah golongan orang yang berasal dari garis keturunan yang tidak sehat secara fisik (jasmani) dan psikis/mental (rohani). Ketika bertemu dengan orang-orang ini, yang ada adalah mabuk; cara bicara tidak jelas dengan dalil tau tentang semua hal sehingga memonopoli pembicaraan tapi ucapan setiap kata yang keluar dari mulutnya tidak jelas, mata kelihatan merah, berjalan oleng kiri dan oleng kanan semacam ayam sedang penyakitan, cepat tersinggung dan sangat emosional dan litani sikap buruk lainnya yang sedang menggerogoti diri orang yang sedang mabuk.
Ini tandanya orang itu sedang dipenjara oleh alkohol. Itu artinya bukan orang yang menguasai minuman beralkohol (minuman keras) tetapi alkohol yang menguasai orang tersebut. Maka orang itu tidak sehat jasmani dan rohani.
Seseorang yang minum minuman keras hingga mabuk setiap hari biasanya menunjukkan tanda bahwa dirinya sedang berada dalam kondisi yang tidak sehat, baik secara jasmani maupun rohani. Kebiasaan tersebut bukan sekedar gaya hidup atau cara mencari hiburan, melainkan dapat menjadi pertanda adanya masalah yang lebih dalam pada tubuh, pikiran dan keadaan bathin seseorang.
Dari sisi jasmani, konsumsi alkohol berlebihan setiap hari dapat merusak berbagai organ penting dalam tubuh. Hati bekerja keras untuk menetralisir racun dari alkohol, sehingga lama kelamaan dapat mengalami kerusakan, seperti perlemakan hati, hepatitis alkohol hingga sirosis. Selain itu lambung menjadi mudah iritasi, tekanan darah meningkat dan daya tahan tubuh menurun. Dari kondisi seperti ini maka kesimpulan dari orang yang setiap hari mabuk adalah kalangan orang yang tidak sehat atau penyakitan.
Dari sisi mental, orang yang setiap hari mabuk adalah tanda jiwa dan psikisnya sedang mengalami gangguan atau terganggu. Seseorang yang terus menerus mencari pelarian dalam alkohol seringkali sedang mengalami kekosongan bathin, tidak bertanggungjawab terhadap diri dan orang lain, bagi mereka yang sudah berkeluarga gejala ini tanda orang yang egois, dewasa tidak secara sehat dan tidak mampu dalam mengurus kehidupan istri anak dalam rumah tangga, tanda rapuh dalam iman dan sedikit jauh dari nilai-nilai baik. Minuman keras dijadikan tempat pelarian sementara agar masalah terasa hilang, padahal sebenarnya hanya menunda dan bahkan memperburuk keadaan yang sebenarnya. Akibatnya pikiran menjadi tidak tenang, emosi mudah meledak, hubungan dengan sesama semakin rusak dan bahkan kehidupan keluarga dalam relasi dengan istri dan anak-anak semakin buruk.
Dalam kehidupan sosial, orang yang mabuk setiap hari juga cenderung kehilangan kendali atas perkataan dan tindakan. Orang tersebut dapat membuat keributan yang berakibat pada hubungan dengan orang lain menjadi rusak, menyakiti orang lain dengan ucapan kasar yang memicu pertengkaran, tidak tahu menempatkan diri dengan baik pada tempat dan waktu yang pas, cara berpikir yang lamban dan kadang pikiran terlalu rusak sehingga kata dan kalimat tumpang tindih tidak beraturan, dalam hal tata kelola keuangan dalam rumah tangga, orang ini golongan pemboros dan korupsi terbesar dalam rumah tangga, tidak mampu memberi kasih sayang pada istri dan anak-anak, juga termasuk orang yang menjangkit virus kesepian.
Dari sisi hidup rohani, orang yang setiap hari mabuk adalah golongan manusia turunan setengah setan karena kebiasaan mabuk setiap hari membuat seseorang semakin jauh dari nilai-nilai kehidupan yang baik, kehidupan menggereja seakan tidak penting bagi mereka, kegiatan kerohanian seakan menjadi beban dipundak. Maka golongan orang-orang ini adalah turunan setengah setan, atau lebih pada kalangan pengkhianat dan penjual diri. Dari sisi ini hati menjadi sulit tenang dan kesadaran diri semakin melemah. Orang tersebut mungkin kehilangan semangat untuk memperbaiki diri karena hidupnya sudah dikuasai oleh kebiasaan buruk yang terus berulang. Padahal setiap orang sangat membutuhkan juga ketenangan bathin, tujuan hidup dan hubungan yang sehat dengan sesama.
Dalam konteks ketidaktenangan bathin dan ketidakharmonisan dengan sesama membuat orang yang mabuk setiap hari lupa akan Tuhan yang memberi hidup cuma-cuma dalam dirinya dan yang memberi berkat secara cuma-cuma disetiap waktu. Lupa pada Tuhan tidak saja dikaitkan dengan ketidakhadiran disetiap event rohani melainkan juga dimengerti pada tataran tidak tahu bersyukur. Inilah golongan farisi zaman digital, tahu minum mabuk tatapi tidak tahu terima kasih dan bersyukur; tahu minum mabuk tapi tidak tahu menjaga diri dengan baik; tahu minum mabuk tetapi tidak tahu darimana dia berasal. Disinilah orang mulai melupakan dan tidak mengenal identitas diri secara utuh.
Namun demikian seseorang yang mengalami kondisi seperti ini bukan berarti tidak bisa berubah. Dukungan keluarga, lingkungan yang baik, niat untuk pulih dan berubah, dan bantuan profesional sangat penting untuk membantu seseorang keluar dari kebiasaan buruk yakni mabuk setiap hari. Perubahan memang tidak mudah tetapi selalu memungkinkan bisa terjadi ketika seseorang mau menyadari bahwa kesehatan jasmani dan rohani, hubungan baik dengan Tuhan dan sesama jauh lebih baik dan bermartabat daripada kesenangan yang bersifat sesaat dan tidak bertahan lama. Karena itu kebiasaan mabuk setiap hari seharusnya tidak bisa dianggap hal yang biasa. Itu adalah tanda bahwa tubuh dan jiwa sedang membutuhkan pertolongan atau sedang berusaha keluar dari penjara alkohol. Dengan keluar dari penjara alkohol, seseorang sedang keluar dari kebiasaan buruk menuju jalan yang menghantar pada nilai-nilai baik. Nilai yang baik harus butuh sebuah perjuangan dan pengorbanan dari diri yang penuh kesadaran. Disinilah logika dan nurani berperan penting. (Alfons H).
Komentar
Posting Komentar