AKU MENGASIHI ENGKAU, TINGGALAH DALAM KASIH-KU
Motto ini merupakan ungkapan cinta terdalam yang lahir dari hati Yesus sendiri. Dalam konteks kaul kekal, Sr. Bibiana tidak hanya mengikrarkan janji setia kepada Allah sebagai perwujudan tertinggi jalan panggilannya tetapi lebih dari itu ia menanggapi terlebih dahulu kasih Allah yang telah memanggil, membimbing dan menyertainya sepanjang perjalanan hidup. Kata-kata Yesus " Aku mengasihi engkau" menjadi dasar dari seluruh panggilan hidupnya dan dalam konteks kasih, Kristus sendiri yang telah lebih dahulu memanggil dan mengasihinya tanpa syarat.
Kasih Yesus bukanlah kasih yang sesaat atau berubah-ubah sesuai keadaan. Kasih-Nya adalah kasih yang setia, rela berkorban dan tetap hadir dalam setiap kisah manusia, bahkan dalam kelemahan manusia. Kesadaran akan kasih inilah yang memberi kekuatan bagi Sr. Bibiana untuk menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan melalui kaul kemurnian, kemiskinan dan ketaatan. Kaul Kekal adalah jawaban pasti dalam bingkai kesadaran dengan nada syukur akan kasih Kristus yang begitu besar dan tak terbatas.
Walau demikian kata-kata Yesus ini tidak hanya terbatas atau berhenti pada sebuah pernyataan kasih, melainkan DIA juga mengundang untuk tinggal didalam kasih-Nya. Tinggal dalam kasih Kristus berarti hidup dalam persatuan yang mendalam dengan-Nya setiap hari, melalui kesetiaan dalam doa, mendengarkan sabda Tuhan serta menghadirkan kasih itu dalam relasi dengan sesama terutama mereka yang miskin, lemah dan menderita dan yang membutuhkan perhatian. Sr. Bibiana dalam ziarah panjang panggilannya ada banyak peristiwa atau kisah yang ikut beriringan dan membingkai semuanya, ada tantangan, kesulitan dan pergumulan yang kadang menggetarkan nurani untuk berhenti dijalan panggilan tetapi kasih Tuhan selalu dan senantiasa hadir dalam saat-saat yang melemahkan ini sehingga memampukan dia untuk tetap tegak dan kuat berjalan di lorong Tuhan. Dalam situasi atau keadaan inilah, motto ini menjadi pengingat bahwa panggilan hidup bhakti pertama-tama bukanlah tentang kemampuan manusia untuk mau dan setia, melainkan tentang kesediaan untuk terus tinggal dalam kasih Kristus yang tidak pernah meninggalkan. Ketika hati tetap berakar dalam kasih-Nya, Sr. Bibiana akan menemukan kesejatian dari sukacita, damai dan kekuatan untuk terus melayani dengan hati tulus penuh kasih.
Pengikraran kaul adalah sebuah jawaban pasti dan tetap setia dijalan yang telah Tuhan sediakan bagi Sr. Bibiana, dan menjadi tanda penyerahan diri yang total pada rencana dan kehendak Allah. Dengan menghayati motto ini, Sr. Bibiana dipanggil untuk menjadi saksi kasih Kristus ditengah dunia yang kini bergerak dalam era kecerdasan buatan (AI), dunia yang lebih cenderung membuat manusia lebih fokus pada ego masing-masing. Melalui hidup, pelayanan dan kesaksian sehari-hari, ia menghadirkan wajah Allah yang penuh belas kasih kepada setiap orang yang dijumpai dilorong panggilan sucinya. Kasih yang diterimanya dari Kristus menjadi bekal yang harus dibagikan ditengah dunia, terlebih keberpihakan pada mereka yang sangat membutuhkan perhatian, pertolongan dan cinta.
Maka dalam perayaan kaul kekal, motto "Aku mengasihi engkau, tinggalah dalam kasih-Ku" menjadi sumber inspirasi dan komitmen Sr. Bibiana seumur hidup. Sebagai mempelai Kristus, ia akan terus bertumbuh dalam kasih sehingga sanggup mencintai Tuhan dan sesama dengan dewasa dan bertanggungjawab. Semoga kasih Kristus yang telah memanggil dan memilihnya senantiasa menjadi kekuatan yang menuntun langkah-langkahnya menuju kesetiaan penuh pada Tuhan hingga keabadian. (Alfons H)
Komentar
Posting Komentar