KEKAGUMAN YANG DIRAHASIAKAN

.      Pena menemaniku dalam goresan 
       Sudut kamar menjadi saksi
       Malam bersamaku dalam cerita

Di sudut kamar dalam kesendirian, ditemani dinding kamar yang membisu tapi tetap jadi saksi, dan catatan ini ditulis hanya untuk menghiasi malam sehingga waktu tidak dilewati begitu saja tanpa ada catatan membekas yang kemudian menjadi cerita tentang rasa. 

Ada beberapa perasaan yang bergejolak tanpa suara yang menggema. Tidak meminta untuk diperhatikan, tidak berusaha menjadi pusat cerita, melainkan hanya hadir perlahan dan menetap disudut hati. Ingin mengatakan dengan jujur tapi mulut takut berkata salah. Begitulah kekaguman yang hadir menemani waktu malam itu disudut kamar. 

Aku mengaguminya bukan karena dia sempurna, melainkan karena caranya yang sederhana menjadi dirinya sendiri. Ada ketenangan dan kesopanan dalam tutur katanya, ada kehangatan dalam sikapnya dan ada kekuatan yang tidak selalu terliha oleh banyak orang. Hal-hal sederhana yang mungkin dianggap biasa oleh orang lain, tetapi disitulah letak kekuatan yang menarik diri dan perhatian di malam itu untuk mengaguminya. Namun kekaguman ini memilih untuk diam disudut kamar yang sunyi, ditemani nyanyian jengrik malam dan suara lembut angin sepoi yang terdengar dibalik dinding kamar. Bukan karena tidak tulus melainkan karena tidak semua perasaan harus memiliki tujuan untuk dimiliki. Kadang mengagumi seseorang dari kejauhan sudah cukup menjadi kebahagiaan tersendiri. Melihatnya tersenyum dalam kepolosan itu sudah menjadi tanda bahwa ia baik-baik saja, menyaksikan langkahnya menuju impian yang ia perjuangkan  itu sudah mampu menghadirkan rasa senang dan bahagia yang sulit untuk dijelaskan. 

Ada kalanya hati ingin mengatakan secara jujur tentang sesuatu yang tersimpan rapi tapi bibir takut akan kesalahan dan penolakan. Ingin menceritakan bahwa betapa ia telah menjadi inspirasi dalam banyak hal, betapa kehadiranya mampu membuat hari-hari terasa lebih berarti. Tetapi kata-kata itu selalu kembali terkurung dalam diam. Karena itu keputusan untuk harus memilih menjaga perasaan ini, sebagaimana seseorang berjuang menjaga rahasia yang berharga. 

Mungkin suatu hari ia tidak akan pernah tahu bahwa pernah ada seseorang yang begitu mendalam mengaguminya dalam diam. Seseorang yang dengan diam-diam mendoakannya untuk tetap bahagia dan terbaik buat dirinya, seseorang yang ikut bangga atas setiap pencapainya, dan tersenyum setiap kali melihatnya bahagia. Bahagia karena ia memiliki dalam dirinya kebahagian adalah koneksi bathin yang sulit untuk dijelaskan, karena kekaguman itu begitu kuat. 

Dan jika memang perasaan ini ditakdirkan untuk tetap menjadi rahasia, maka biarlah mengalir mengikuti irama waktu yang terus berputar. Karena tidak semua rasa kagum harus diungkapkan untuk menjadi nyata, dan tidak semua rasa untuk memiliki harus diperjuangkan. Ada hal yang justru menjadi lebih indah ketika disimpan dalam diam, tumbuh dan mengalir tanpa tuntutan dan tetap tulus meski tak pernah diketahui oleh sang pemiliknya, cukup hanya Sang Penguasa jagat yang melihat dan tersenyum bersamaku disudut kamar malam itu.(Alfons H)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERIMA KASIH UNTUKMU

TENTANG DIA YANG KUTINGGALKAN

MISA DI KAPELA MARITAING