PUNTARU DALAM CERITA IMAN

Tulisan ini hanya ingin berbagi cerita tentang sebuah perjalanan saya bersama beberapa teman  ke Pulau Pantar dalam rangka mengikuti perayaan Ekaristi penerimaan komunikasi pertama dan sakramen permandian untuk pertama kali di sebuah kampung bernama Puntaru. 
Ada sejarah iman yang akan menjadi tuturan dari generasi ke generasi sepanjang peradaban ditanah Puntaru, sebuah kampung kecil terletak dibalik gunung sirung di pulau Pantar. 
(Sekedar tentang Puntaru, adalah sebuah kampung (dusun) dalam wilayah Desa Tude - Kecamatan Pantar Tengah. Umat katolik di kampung ini hanya satu Kepala Keluarga (KK). Dengan demikian mayoritas umat di Puntaru adalah kristen Protestan). 
Sejarah iman itu akan menjadi kisah yang tidak akan hilang dalam putaran waktu dan menjadi moment terindah yang harus dikenang dan selalu diingat. Tidak seviral sebuah video indah yang ditampilkan tiktok dari sang kreator, tidak juga sepopoluler seorang apologet dalam mempertahan dan membela sebuah ajaran, tetapi ia menjadi sebuah kisah kenangan bersejarah tentang iman itu dipertahan dan dihidupi sepanjang zaman. Kisah tentang iman itu kuat mengakar dinurani terdalam dan di relung jiwa dari umat separoki St. Yohanes Rasul - Helangdohi - Pantar.  Sebuah sejarah yang tercatat di tanah Puntaru dan menjadi lembaran iman yang selalu menjadi dasar hidup kekatolikan di tanah ini. Lembaran iman ini dicatat indah oleh umat katolik separoki Helangdohi pada lembaran kalender 26 Mei 2026, dan akan selalu menjadi cerita iman sepanjang peradaban dari zaman ke zaman. 
Hari itu 26 Mei 2026, dengan penuh sukacita dan rasa syukur serta semangat kasih persaudaraan yang kuat, umat katolik Separoki St. Yohanes Rasul - Helangdohi berkumpul di Kapela St. Arnoldus Janssen - Kabir, untuk mengadakan perjalanan pastoral menuju kampung Puntaru untuk mengikuti dan merayakan Perayaan Ekaristi Permandian dan Sambut Baru untuk pertama kalinya. Didorong oleh semangat iman dalam balutan kasih persaudaraan, umat merasa sebagai bagian dari kebersamaan dan rasa kekeluargaan, maka perjalanan menuju kampung Puntaru adalah sebuah perjalanan iman. Kegiatan iman yang penuh makna ini menjadi moment istimewa' bagi seluruh umat, khususnya bagi anak dan keluarga yang menerima Rahmat sakramen. Satu kegembiraan iman yang dirasakan bersama umat separoki Helangdohi, terlebih khusus kegembiraan atau sukacita iman bagi keluarga dan masyarakat Puntaru. Perjalanan menuju kampung Puntaru dilakukan dengan semangat persaudaraan dan penuh sukacita walau perjalanan menuju kesana ditempuh dengan jarak yang cukup jauh, jalan yang rusak dan berkelok-kelok, bahkan melelahkan. Tapi semua ini tidak membuat semangat menjadi surut. Setibanya di kampung Puntaru, rombongan diterima oleh orang tua anak sambut baru dan permandian, serta semua anggota keluarga yang sudah sejak beberapa hari sebelumnya berkumpul dan bekerja mempersiapkan segala sesuatu untuk perayaan perdana ini. Disana terpancar suasana persaudaraan dan kekeluargaan begitu kental terasa. Setelah rombongan diterima oleh keluarga, suasana saling berbagi cerita tentang perjalanan begitu hangat dan ramai dibahas dibawah tenda sukacita iman, sambil menunggu waktu sore untuk perayaan Ekaristi penerimaan Sakramen Permandian dan Sambut Baru. 
Tepat pada pukul 15.30 WIT (jam setengah empat sore) Perayaan Ekaristi dimulai, suasana hening dan hikmat sungguh terasa. Dalam sapaan awalnya, imam mengajak umat untuk mensyukuri Rahmat dan anugerah Tuhan yang diterima, khususnya dalam sakramen permandian dan Komuni pertama. Imam mengajak umat untuk memahami lebih dalam tentang dua sakramen dalam gereja katolik, sebagai pintu masuk sebagai anak Allah dan dalam persatuan dengan umat katolik universal (gereja), dan sebagai ruang untuk masuk dan bertemu dengan Tuhan Yesus melalui Tubuh dan Darah yang akan diterima. Rahmat sakramen Permandian menghantar orang masuk sebagai anak Allah dan bersatu dengan anggota gereja hidup; sedangkan sakramen komuni pertama menghantar orang bersatu secara intim dengan Tuhan Yesus dalam Tubuh dan Darah-Nya, yang akan membuat setiap orang semakin desawa dalam iman berkat dua sakramen ini. Peristiwa Perayaan Ekaristi di Puntaru ini menjadi tonggak penting dalam ziarah perjalanan kehidupan iman umat dikampung ini dan juga umat dari kapela-kapela lain yang bergabung dalam wilayah Paroki St. Yohanes Rasul. 
Setelah selesai perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama. Dalam suasana sederhana tapi penuh kehangatan, umat berbagi cerita, pengalaman hidup serta harapan bagi perkembangan gereja dan iman di masa mendatang. Kebersamaan ini menjadi tanda nyata bahwa gereja tidak hanya hidup dalam liturgi dan doa-doa tetapi juga dalam semangat persaudaraan yang diwujudkan melalui perhatian, kasih dan pelayanan kepada sesama. 
Perjalanan pastoral dan perayaan Ekaristi permandian dan sambut baru untuk pertama kali di kampung Puntaru menjadi kenangan indah yang akan selalu dikenang oleh umat satu keluarga di Puntaru dan juga umat separoki St. Yakobus Rasul. Peristiwa dan kisah ini menjadi bukti bahwa iman terus bertumbuh dan berkembang ditengah masyarakat sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap orang (khususnya umat katolik) dipanggil untuk menjadi murid Kristus yang setia dan menjadi saksi nyata tentang kebaikan dan kebenaran dalam kehidupan setiap hari. Semoga rahmat Tuhan senantiasa menyertai anak-anak yang menerima sakramen permandian dan komunikasi pertama, serta memberkati seluruh umat separoki St. Yakobus Rasul- Helangdohi  dan umat kampung Puntaru agar tetap teguh dalam iman, hidup dalam kasih persaudaraan dan terus menjadi terang bagi sesama. (Alfons H)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERIMA KASIH UNTUKMU

TENTANG DIA YANG KUTINGGALKAN

MISA DI KAPELA MARITAING