SYUKURAN KAUL KEKAL SUSTER
Diantara deretan bukit dan gunung yang membentang sepanjang wilayah Alor selatan, seakan menjadi saksi diam tentang peristiwa iman yang tidak akan hilang dalam putaran waktu dan tidak akan lenyap dari cerita setiap insan di wilayah Alor selatan. Peristiwa itu adalah syukuran Kaul kekal seorang putri Apui, yang juga adalah anak tanah Alor selatan.
Hari itu 10 Juli 2026. Hari yang menghadirkan sukacita iman ditanah Alor Selatan. Ada nuansa kebersamaan dan persaudaraan yang melebur dalam denyutan spiritual, yang adalah rencana Tuhan maha agung dan maha mulia. Peristiwa perayaan syukuran Kaul kekal Sr. Bibiana Laumai, SSpS di tempat itu menjadi moment iman yang menceritakan banyak hal buat generasi dan perjalanan iman di tanah Alor selatan. Moment yang Tuhan hadiah secara indah dan mengagungkan buat tanah tercinta Apui.
Hari itu ada perkumpulan manusia, ada nuansa sukacita, ada semangat persaudaraan dan kebersamaan dan ada senyum dan airmata. Ada nyanyian dan tarian yang dilantunkan dan terdengar sepanjang hari, ada sapaan dan sambutan hangat berpadu diatas panggung sukacita, ada teguran dan pelukan hangat yang terukir ditempat itu. Semuanya melebur menjadi sebuah cerita yang akan selalu dikenang dan diingat sepanjang masa.
Hari itu ada sekelompok para suster dari konggregasi SSpS yang juga ikut dalam sukacita bersama, ada para pastor sewilayah Kabupaten Alor juga turut hadir yang membuat cerita tentang peristiwa itu unik dan bernuansa spiritual. Ada para pendeta yang juga ikut hadir dalam peristiwa ini, ada pihak pemerintah dan pihak kepolisian, ada anggota dewan dan utusan dari instansi pemerintahan kabupaten Alor. Semuanya menyatu dalam syukuran Kaul kekal.
Sr. Bibiana adalah putri sulung Apui yang telah menapaki sebuah perjalanan panjang dalam menggapai cita-citanya sebagai seorang biarawati, yang menyerahkan diri secara total dan penuh untuk melayani Tuhan dan sesama. Ini adalah sebuah perjalanan panggilan itu perlahan tumbuh ditengah kehidupan doa keluarga, dukungan dan doa dari semua umat dan sahabat dan terlebih kasih Allah yang senantiasa memanggil, menuntut dan akhirnya menghantar dia menuju jawaban akhir dari sebuah keputusan yang matang, matang dan bertanggungjawab.
Kini melalui pengikraran kaul kekal, ia menjawab panggilan itu dengan sepenuh hati, menyerahkan diri secara total pada Kristus dengan menghayati kaul kemiskinan, kemurnian dan ketaatan sebagai persembahan yang tak berkesudahan dan dengan keberaniannya ia akan menjalaninya hingga kekekalan.
Peristiwa ini menjadi sukacita yang bukan hanya untuk keluarga tetapi juga semua keluarga di Apui, baik dari kalangan protestan, muslim maupun katolik. Semuanya menjadi tanda bahwa Allah tetap berkarya dan tetap mengasihi umat-Nya disetiap jejak perjalanan hidup. Dalam diri Sr. Bibiana semuanya menjadi nyata dan tetap menjadi sejarah bahwa Allah sungguh terlibat dalam hidup dan karya manusia.
Kita semua mendukung dan mendoakan Sr. Bibiana, semoga langkah hidupnya menjadi pelita bagi generasi muda untuk berani mendengarkan suara Tuhan. Kiranya kesetiaan suster dalam menghayati panggilannya menjadi sumber inspirasi, menguatkan iman umat, dan menghadirkan wajah Kristus yang penuh belas kasih dimana pun ia diutus. Dari Apui telah tumbuh sebuah benih panggilan yang kini berbuah indah bagi gereja dan dunia. (Alfons H)
Komentar
Posting Komentar