AKU MENGASHI ENGKAU, TINGGALLAH DALAM KASIH-KU
Aku mengasihi engkau...
Kasih itu datang bukan soal kesempurnaan atau kehebatan. Ia hadir dan mengalir dalam hidup ketika langkah itu tertatih-tatih, ketika air mata menjadi bahasa yang tak terucapkan, ketika dunia terasa begitu sunyi dan ketika raga terkapar dalam ketidakmampuan. Kasih-Nya tidak menghakimi tetapi merangkul. Kasih-Nya tidak memaksa tetapi menanti dengan sabar.
Tinggalah dalam kasih-Ku....
Tinggal dan menetap untuk selamanya dalam balutan hangat kasih-Nya. Berakar menjalar menemukan insan dalam kasih. Menjadikan kasih sebagai rumah yang tak pernah ditinggalkan, sekalipun badai kehidupan menerpa setiap waktu. Sebab didalam kasih itu ada pengharapan yang tak pernah pudar, ada kekuatan yang tak pernah luntur dan ada kedamaian yang menetap selamanya.
Ketika hati memilih tinggal dalam kasih-Nya, amarah berubah menjadi pengampunan, luka perlahan menemukan kesembuhan dan ketakutan berubah menjadi keberanian. Kasih Ilahi bekerja dalam diam, tetapi hasilnya selalu nyata bagi mereka yang percaya.
Maka dengarlah suara-Nya yang lembut memanggil...
Lihat tangan-Nya yang terulur ingin merangkul.
Karena dalam diri-Nya ada kelimpahan kasih itu. Sehingga dalam nada lembut penuh mesra ia berkata "Aku mengasihi engkau', tinggallah dalam kasih-Ku."
Biarlah kalimat-Nya itu menjadi nafas dalam setiap langkah, menjadi cahaya dalam kegelapan dan menjadi pelabuhan saat hati lelah berlayar. (Alfons H)
Komentar
Posting Komentar