SEBUAH PERJALANAN LIBURAN

Liburan dan bertemu dengan keluarga adalah sebuah moment bernuansa sukacita, yang selalu dinantikan, setelah sekian waktu disibukan dengan pekerjaan dan rutinitas. Kali ini saya berlibur ke kampung halaman dengan menggunakan jasa angkutan kapal Tol laut, sebuah perjalanan dengan beberapa titik persinggahan di beberapa pelabuhan terdekat yang menghubungkan jalur tol laut itu dalam rute pelayarannya. Ada rasa senang terlintas dalam nurani; ada rasa bahagia terukir diwajah karena dalam hitungan beberapa jam saya bisa bertemu dengan keluarga dikampung halaman, tempat kisah kecil dikenang dan tempat ibu melahirkan diriku. 
Malam itu udara terasa sedikit dingin tapi tidak membuat tubuh kedinginan; ada suasana ramai dipelabuhan itu lantaran begitu banyak penumpang yang akan menyeberang dengan menggunakan jasa Tol laut yang sama. Hiruk pikuk penumpang adalah pemandangan yang sudah menjadi hal biasa dipelabuhan ketika sebuah Kapal berlabuh dan ingin menyeberang melewati rutenya, dan singgah sebentar menjemput para penumpang yang ingin bepergian dengan tujuan sesuai jalur rute pelayaran tol laut. 

Setelah suasana hiruk pikuk itu terasa mulai sepi dan para pengantar mulai berjalan pulang, kapal pun membunyikan sirene tanda sebuah perjalanan dimulai malam itu. Tibalah kapal itu bergerak pelan tapi terus bergeser dari bibir pelabuhan menuju tengah lautan. Sebuah perjalanan panjang ditempuh dan saya bersama para penumpang dalam kapal, menikmati pelayaran malam itu menuju tujuan. 

Di atas kapal suasana hiruk pikuk penumpang sangat terasa, saling bincang dan berbagi cerita para penumpang dikapal itu terasa sangat kental, ukiran kekerabatan dan persaudaraan terlihat jelas saat itu. Ada anak-anak yang berlari riang kesana kemari membuat suasana dalam kapal terasa ramai, mereka yang pulang kampung merasa bahagia karena hanya hitungan jam bisa bertemu keluarga untuk saling bersua. Itulah fenomena yang ada dalam kapal ketika sedang menikmati pelayaran tersebut. 
Perjalanan yang panjang tidak terasa membosankan. Justru muncul rasa syukur dan sukacita atas keindahan ciptaan Tuhan yang dinikmati sepanjang perjalanan lewat keindahan lautan dan pemandangan gunug-gunung sepanjang mata memandang dan juga atas kehadiran kapal tol laut yang memudahkan masyarakat menjangkau kampung halaman karena tiket begitu murah. Kapal ini bukan saja sekedar alat transportasi tetapi juga menjadi sarana atau jembatan yang menghubungkan kekeluargaan, persaudaraan dan kerinduan. 

Perjalanan itu pun tiba tujuan. Kapal tol laut pun merapat ke pelabuhan, tujuan akhir sebuah perjalanan dengan pelayaran. Hati pun penuh sukacita dan kegembiraan yang tak mampu terucap dari bibir ketika kampung halaman itu terlihat dan keluarga pun sudah menunggu dengan senyum, tanda perjumpaan dan pertemuan terjadi. Akhirnya pelukan hangat pelepas kerinduan terjadi dipelabuhan itu, tawa bahagia menjadi penutup perjalanan yang jauh dan melelahkan.

Liburan ke kampung dengan kapal tol laut bukan hanya sekedar cerita tentang bepergian melainkan sebuah cerita dan kisah tentang kerinduan yang terobati, tentang cinta keluarga yang selalu menanti dan tentang pulang-- ke tempat dimana hati selalu merasa  diterima dan tentang kampung tempat aku dilahirkan dan dibesarkan. Disanalah setiap perjalanan menemukan maknanya, setiap langkah kembali menjadi pengingat bahwa kampung halaman adalah tempat kasih sayang itu tumbuh dan dihidupi. (Alfons H).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERIMA KASIH UNTUKMU

TENTANG DIA YANG KUTINGGALKAN

MISA DI KAPELA MARITAING