SUKACITA IMAN DI PAROKI SAYORA

Hari kemarin 26 Juli 2026 ada cerita istimewa tentang sukacita iman yang terjadi di Paroki Santu Yakobus Rasul-Bukapiting (Paroki SAYORA). Cerita ini akan terus hidup dan selalu diingat dalam denyutan generasi dari waktu ke waktu, sepanjang ziarah kebersamaan iman di paroki ini. Hari penuh Rahmat dan bersejarah ini menjadi moment yang begitu berharga bagi seluruh umat karena ada tiga peristiwa istimewa dirayakan dalam satu rangkaian. Perayaan pesta pelindung paroki, penerimaan komuni pertama dan pemberkatan prasasti pemulihan dosa dan luka masa lalu. Ketiganya menjadi ungkapan nyata bahwa Allah senantiasa berkarya, memperbaharui dan menuntun umat-Nya menuju kehidupan yang semakin penuh kasih dan damai. 
Perayaan komuni pertama menjadi saat yang sungguh membahagiakan bagi anak-anak yang dengan hati murni menerima Tubuh dan Darah Kristus untuk pertama kalinya. Sebuah hari yang sungguh bersejarah dalam perjalanan hidup iman mereka. Setelah melalui masa pembinaan dengan tekun lewat pendampingan dan bimibingan suster SSpS, akhirnya mereka dipersatukan lebih mendalam dengan Tuhan Yesus dalam sakramen Ekaristi Kudus. Senyum yang terpancar diwajah mereka bukan sekedar kebahagiaan seorang anak, melainkan sukacita karena telah mengalami kasih Allah yang nyata. Kebahagiaan ini mereka ungkapkan dalam nada doa penuh syukur kepada Tuhan Yesus. Dibalik semuanya itu, ada juga darasan doa-doa yang dilantunkan dari para orang tua, para katekis, para suster,  para imam dan seluruh umat yang dengan penuh cinta mendampingi perjalanan iman mereka. 

Sukacita umat SAYORA hari itu dilengkapi juga dengan perayaan pesta pelindung paroki yakni Santu Yakobus Rasul. Pesta Santu Yakobus Rasul dirayakan setiap tahun pada tanggal 25 Juli.  Sebagai rasul yang begitu dekat dan setia dengan Yesus hingga akhir hidupnya, Santu Yakobus menjadi teladan bagi seluruh umat untuk tetap teguh dalam iman, berani menjadi saksi Kristus dan setia melayani dengan cinta. Pesta pelindung paroki bukanlah sekedar sebuah tradisi tahunan melainkan kesempatan untuk memperbaharui  semangat hidup menggereja, mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat bermisi ditengah masyarakat. 

Dalam perayaan Ekaristi Kudus juga ada moment pemberkatan prasasti pemulihan dosa dan luka masa lalu. Prasasti ini bukan sekedar batu bertuliskan sejarah, tetapi menjadi lambang Pertobatan, rekonsiliasi dan harapan baru. Setiap komunitas pernah mengalami masa-masa sulit, kesalahpahaman, luka bahkan dosa yang meninggalkan jejak dalam perjalanan hidup iman bersama. Dosa dan luka masa lalu membekas yang juga mengakibatkan perjalanan panggilan hidup bhakti dan selibat sering patah ditengah jalan dan jatuh tak membekas. Namun kasih Allah selalu membuka jalan menuju pertobatan, pengampunan dan pembaharuan. 
Dengan diberkatinya prasasti tersebut, umat diajak untuk mengenang masa lalu bukan dengan kebencian atau musuh, melainkan dengan rasa syukur karena Allah telah menuntun melewati setiap pergumulan. Luka yang dahulu memisahkan kini dipersatukan kembali oleh kasih Kristus. Dosa yang pernah membebani diserahkan kepada belas kasih Allah yang tidak pernah habis. Dari pengalaman inilah tumbuh tekad untuk membangun masa depan yang lebih damai, lebih bersahabat sebagai saudara dan lebih setia kepada Injil dan jadi saksi tentang Yesus.

Seluruh rangkaian perayaan ini menjadi bukti bahwa gereja adalah persekutuan yang terus bertumbuh. Anak-anak bertumbuh dalam iman melalui Ekaristi, untuk memperbaharui semangat pelayanan melalui pesta pelindung dan semua umat dipersatukan dan didamaikan melalui pemulihan dosa dan luka masa lalu.  Dan semua itu kita yakin dan percaya bahwa karya Allah melalui Roh Kudus yang menghidupkan gereja dari generasi ke generasi. 

Kiranya sukacita iman yang dirasakan umat paroki SAYORA tidak berhenti pada moment perayaan saja, tetapi terus hidup melalui kesaksian tentang kasih dan kebaikan baik dalam keluarga, dalam gereja maupun dalam hidup bermasyarakat. Semoga teladan Santu Yakobus Rasul menguatkan langkah setiap umat menjadi murid Kristus yang setia, berani mewartkan injil serta menjadi pembawa damai dan terang ditengah dunia. (Alfons H)


"Syukur kepada Allah atas segala Rahmat-Nya. Dari masa lalu kita belajar, pada hari ini kita bersyukur dan menuju masa depan kita melangkah dengan iman, harap dan kasih"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERIMA KASIH UNTUKMU

TENTANG DIA YANG KUTINGGALKAN

MISA DI KAPELA MARITAING