DIPRETELI TAPI TETAPLAH TERBAIK
Dunia kadang ganas tapi kadang juga jinak. Dunia kadang keras tapi kadang juga lembut. Dunia kadang mematikan tetapi juga kadang menghidupkan. Itulah dunia. Ada saatnya hidup membuat kita merasa seperti dipreteli sedikit demi sedikit, kepercayaan dikurangi, perhatian dijauhkan, kesempatan diambil bahkan keberadaan kita seolah tidak lagi dianggap penting. Terasa sungguh amat menyakitkan ketika sesuatu yang pernah perjuangkan dengan sepenuh hati perlahan dilepaskan atau dibiarkan begitu saja. Seolah tak berarti dan tak berguna.
Namun dipreteli bukan berarti kita menjadi tidak berharga. Kehilangan bukan berarti kita tak mampu dan kalah. Ketika satu persatu hal yang kita miliki diambil dari hidup kita, masih ada sesuatu yang tidak boleh ikut hilang yakni harga diri, keteguhan hati dan keyakinan bahwa kita tetap mampu menjadi yang terbaik.
Jangan biarkan perlakuan orang lain menentukan nilai dirimu. Jika mereka mengurangi perhatian, tetaplah memberi ketulusan. Jika mereka menjauh, tetaplah berjalan dengan kepala yang tegak. Jika mereka meremehkan, biarkanlah hasil dan perjuanganmu yang berbicara. Berusahalah untuk tidak tenggelam dan merasa terlalu dipojokan dengan tingkah mereka.
Sebab menjadi terbaik bukan tentang bagaimana orang lain memperlakukan kita, melainkan bagaimana kita tetap memilih menjadi baik meskipun diperlakukan tidak baik
Mungkin hari ini kita sedang dipreteli oleh keadaan. Tetapi percayalah, tidak semua yang berkurang adalah kehilangan dan membuat kita menjadi tidak berdaya. Dalam semangat keyakinan, terkadang Tuhan sedang mengosongkan tangan kita dari sesuatu yang tidak lagi perlu agar kelak kita mampu menggenggam sesuatu yang jauh lebih berarti dan berharga.
Dipreteli boleh, diremehkan boleh, ditinggalkan pun boleh. Tetapi jangan pernah kehilangan dirimu sendiri. Tetaplah terbaik, bukan untuk membuktikan kepada orang lain, melainkan untuk menghargai dirimu dan perjalanan hidupmu. (Alfons H)
Komentar
Posting Komentar