20 TAHUN JEJAK IMAN DI KAFELFUI

Tulisan ini hanya sebuah cerita tentang perjalanan saya bersama rekan-rekan imam ke Kapela Santu Petrus-Kafelfui, sebuah kapela dalam wilayah Kabupaten Alor. Perjalanan kami kesana untuk merayakan Ekaristi mengenang 20 tahun berdirinya Kapela tersebut. Sekedar untuk diketahui, Kapela Santu Petrus-Kafelfui merupakan salah satu Kapela dalam wilayah Paroki Santa Maria dari Fatima- Kolongbuku- Moru - Keuskupan Agung Kupang. Kapela ini berada di Desa Kafelulang- Kecamatan Alor Barat Daya-Kabupaten Alor. Hampir dua jam lebih menempuh perjalanan dari Kota Kalabahi ke Kapela Kafelfui. Kondisi jalan menuju ke tempat ini sangat parah, naik gunung turun lembah dengan jalan yang berbatu-batu dan penuh terjal. Kondisi jalan ini tidak membuat surut semangat kami untuk pergi ke Kafelfui untuk bertemu dengan umat yang walau tinggal di pedalaman tetapi sangat setia dalam iman dan ramah dalam perjumpaan. Kondisi jalan yang agak menantang maka perjalanan ke sana kami harus pake mobil. Ada rasa takut karena kondisi jalan yang rusak, tetapi semua itu demi sebuah iman yang telah lama hidup di Kapela Santu Petrus-Kafelfui yakni 20 tahun. Setelah tiba ditempat tujuan, kami disapa dan diterima secara adat Alor, para imam diberi pengalungan tanda penerimaan, penghormatan dan penghargaan serta persatuan kami dengan umat setempat. Setelah istirahat sejenak, kami merayakan Ekaristi ulang tahun berdirinya Kapela Santu Petrus-Kafelfui. Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Santa Maria dari Fatima-Moru didampingi ke-7 rekan imam lainnya, yang merupakan para imam bertugas di wilayah Kabupaten Alor. Perayaan ini menjadi  kesempatan bagi seluruh umat Paroki Santa Maria dari Fatima-Moru, terlebih khusus umat Santu Petrus-Kafelfui untuk mengenang perjalanan iman, mensyukuri penyertaan dan perlindungan Tuhan serta memperbaharui komitmen sebagai gereja yang hidup ditengah masyarakat. 
Sejak pagi umat dari Pusat Paroki dan beberapa Kapela hadir dengan penuh semangat dan sukacita walau menempuh sebuah perjalanan yang jauh dan kondisi jalan yang sangat menantang. Kehadiran ini menjadi tanda persekutuan dalam iman, persatuan dalam kasih cinta akan sesama dan Tuhan serta berjalan bersama dalam pengharapan. Kapela dihiasi dengan sederhana namun memancarkan nilai keindahan dan spiritual yang dalam. Upacara penjemputan para imam dan tamu undangan yang hadir sederhana tapi mengandung nilai kekerabatan dan kekeluargaan yang dalam. Perayaan Ekaristi sungguh amat meriah karena dihadiri oleh delapan imam, koor yang menyanyikan lagu-lagu dalam Ekaristi sungguh meriah dan penuh semangat sehingga membuat suasana Ekaristi saat itu terasa sakral. Dalam homilinya, Pastor paroki mengajak umat untuk mensyukuri perjalanan iman selama 20 tahun, sekaligus mengajak umat untuk meneladani teladan iman dari Santu Patrus- seorang rasul yang sangat dekat dengan Yesus dan selalu bersama Yesus dalam karya pewartaan Injil. Beliau juga menegaskan bahwa hidup umat harus memancarkan cinta kasih seturut teladan Yesus. Jangan menjadikan diri dengan kata dan perbuatan-perbuatan yang tidak baik, melainkan berusaha untuk menghadirkan kebaikan dan cinta bagi diri dan sesama. Jangan menjadikan diri dan sesama najis, karena yang najis itu keluar dari dalam diri bukan dari luar diri,  demikianlah penegasan beliau berdasarkan bacaan Injil hari itu. 
Pada kesempatan peristiwa bersejarah itu, Bapak Kepala Desa Kafelulang dalam sambutannya mengajak umat untuk memaknai perjalanan panjang kehidupan umat, dengan penekanan pada keterlibatan umat dalam kegiatan-kegiatan kerohanian, lebih khusus kehadiran umat pada setiap hari Minggu. Hari Minggu merupakan hari untuk Tuhan, karena itu umat punya kewajiban untuk datang ke gereja. Ini merupakan bentuk konkrit dari sebuah penghayatan iman yang sejati, selain kesaksian tentang cinta kasih dan kebaikan yang dihidupi dalam keseharian. Dengan merayakan dua puluh tahun hari berdirinya Kapela Santu Petrus Kafelfui, umat dan jemaat diajak untuk semakin giat dalam bergereja dan dalam kesaksian hidup. Beliau juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan, saling menghargai dan menghormati serta saling gotong royong membangun desa yang damai dan harmonis. 
Ibu kepala seksi Bimas Katolik Kabupaten Alor dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat umat dalam menjaga dan memelihara kehidupan iman sejak Kapela berdiri hingga kini merayakan dua puluh tahun. Beliau mengajak seluruh umat untuk terus meningkatkan kualitas iman, membangun keluarga-keluarga kristiani yang kuat dan teguh dalam iman serta menjadi saksi kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menegaskan bahwa karena cinta, maka semua kita berkumpul disini untuk merayakan ulang tahun yang ke-20 Kapela Santu Petrus-Kafelfui. Semoga benih iman yang telah ada dan tumbuh dalam sejarah perjalanan selama ini tetap hidup dan menyala dalam diri setiap kita dan hadir secara nyata dalam kesaksian sehari-hari. Dalam nada harapan Beliau mengajak umat agar dengan perayaan ulang tahun Kapela ini diharapkan  tidak hanya menjadi perayaan seremonial tetapi juga momentum pembaharuan semangat pelayanan dan pewartaan Injil. 

Perayaan Ekaristi ditutup dengan doa dan berkat meriah dari ketujuh imam Tuhan yang hadir. Sukacita yang terpancar dari wajah semua umat yang hadir menjadi tanda bahwa perayaan ini bukan saja sekedar mengenang bertambahnya usia kapela, melainkan mempererat tali persaudaraan dan memperkuat semangat pelayanan dan pewartaan. Semoga Kapela Santu Petrus-Kafelfui senantiasa menjadi sumber berkat bagi seluruh umat, tempat bertumbuhnya iman, lahirnya semangat Pelayanan serta menjadi terang Kristus bagi masyarakat disekitarnya. Selamat ulang tahun Kapela Santu Petrus -Kafelfui. Santu Petrus, doakanlah kami agar tetap teguh dalam iman dan setia mengikuti Kristus sepanjang hidup. (Alfons H)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG DIA YANG KUTINGGALKAN

MENYEMBUHKAN LUKA MASA LALU

TERIMA KASIH UNTUKMU