CAHAYA LILIN DARI ALOR UNTUK FLORES
Ada nada belasara, persaudaraan, kasih, cinta, perhatian, dan peduli yang terbungkus dalam darasan doa dari tanah Alor untuk tanah Flores. Ada getaran nurani yang bernuansa spiritual dan sakral dari lantunan doa anak-anak tanah kenari untuk saudara dan saudri ditanah Flores. Itulah malam doa dengan nyala seribu lilin dari Alor untukmu sahabat dan kawanku sekalian di tanah Flores. Bukan sekedar cahaya lilin yang menerangi kerumunan manusia malam itu, tetapi cahaya doa yang lahir dari hati yang ikut merasakan luka dan duka sahabat dan kawan di tanah Flores yang terdampak gempa.
Diantara nyala lilin dari tangan dan hati orang Alor, doa-doa dipanjatkan dalam keheningan dan ketenangan, sujud memohon dalam belarasa kepada SANG PEMILIK SEGALANYA demi sembuhnya luka dan duka ditanah Flores. Setiap cahaya dari lilin yang bernyala menjadi pertanda bahwa luka dan duka di tanah Flores adalah juga bagian dari luka dan duka orang Alor, pertanda bahwa derita ditanah Flores bukan derita dalam kesendirian melainkan derita yang ditanggung bersama.
Dari tanah Alor, setiap hati yang penuh kasih mengulurkan tangan, menyatukan rasa, mengirimkan kekuatan kepada sahabat dan kawan yang sedang mengalami kehilangan, menghadapi ketakutan dan yang larut dalam kesedihan. Semuanya dibungkus dalam nada doa yang dipanjatkan dari kejauhan. Tuhan Mahatahu dan Mahabesar pasti mendengar dan mengerjakan mukjizat dengan cara-Nya demi memulih dan menyembuhkan luka dan duka.
Seribu lilin yang bernyala dilapangan itu menjadi tanda seribu solidaritas, seribu persaudaraan, seribu cinta dan seribu peduli yang terukir dari relung terdalam orang Alor untuk sesama di tanah Flores. Ada doa untuk mereka yang kehilangan rumah, ada doa untuk mereka yang kehilangan anggota keluarga tercinta, ada doa untuk mereka yang terluka, ada doa untuk mereka yang berpulang kepangkuan Sang Ilahi dan ada doa untuk mereka yang meliputi ketakutan dan kecemasan agar memperoleh kekuatan untuk bangkit kembali.
Malam doa seribu lilin mengingatkan bahwa batas geografis tidak akan dan tidak pernah memisahkan Alor dan Flores dari kekerabatan dan persaudaraan. Lautan dan pulau hanyalah pemisah jarak tetapi kasih dan kepedulian menyeberangi batas-batas itu. Ketika satu saudara terluka, saudara yang lain ikut merasakan sakitnya, ketika satu keluarga kehilangan dan menangis, keluarga yang lain hadir dengan doa dan penghiburan serta penguatan. Dan dalam doa dengan seribu lilin, kita belajar bahwa solidaritas tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Kadang hadir lewat sebatang lilin yang bernyala di hadapan salib dan patung, hadir dalam seuntaian doa yang didaras dari hati yang tulus, hadir dalam keheningan karena belarasa dan hadir dalam hati yang sungguh peka.
Semoga cahaya seribu lilin dan darasan doa dari Alor menjadi cahaya seribu pengharapan dan kekuatan bagi sesama ditanah Flores. Malam boleh gelap tetapi harapan dan kekuatan tidak boleh padam. Dari Alor seribu lilin menyala untuk untuk Flores, bukan hanya sebatas cahaya, tetapi tanda kasih, cinta, persaudaraan, solidaritas dan doa.
Semoga Tuhan memberikan kekuatan kepada korban, menghibur keluarga yang berduka, memulihkan dan menyembuhkan mereka yang terluka, menyertai dan memberkati tanah Flores. (Alfons H).
Komentar
Posting Komentar