DUKA DI TANAH FLORES

Ini hanya sebuah titik diam pribadi tentang duka ditanah Flores, tentang tanah yang tergoncang, tentang bangunan yang runtuh, tentang kehidupan yang pahit ditelan, dan tentang nyawa yang hilang.

Flores kembali menundukan kepalanya dalam duka. Gempa kembali menghantam ditanah Flores pada 15 Agustus 2026, yang bukan saja meruntukan bangunan rumah-rumah, meretakan jalan-jalan dan menyapu rata keindahan alamnya melainkan juga menggoncang dan meremukan hati dan jiwa setiap mereka yang terdampak. Dalam sekejap ketenangan berubah menjadi kepanikan, senyum dan tawa berubah jadi tangisan dan ratapan histeris. Meremukan dan meluluhkan tulang-tulang hingga ke sum-sum, menghancurkan harapan hingga tak berkekuatan dan membasmi jiwa hingga tak berdaya. Rumah yang selama ini menjadi tempat berkumpul untuk tumbuhnya kasih sayang dan cinta, kini berubah jadi ruang penuh kenangan dan kehilangan, ruangan penuh tangisan dan duka. 

Tanah Flores memiliki kekayaannya tersendiri, menyimpan sejuta keindahan alam yang membuat Flores terkenal di mata dunia, hidup berpelukan dalam semangat persaudaraan dan kekerabatan, seakan Flores ikon dari Nusa Tenggara Timur, kini seakan lenyap seketika ditelan bumi dalam goncangannya, sirna disapuh bersih oleh gelombang tnusami. Wajah Flores  yang begitu anggun perlahan luntur oleh ganasnya alam yang merusak.
Ditengah reruntuhan dan puing-puing kita sedang menatap gelapnya kehidupan, sedang meratap duka yang diselimuti gempa dan tnusami, ratapan dan remukan hati yang di hantam badai dan goncangan dahsyat. 

Tapi dibalik semua lintani kehancuran dan kehilangan tersebut, masih ada sisa keteguhan dan ketegaran hati yang berusaha tegar berdiri walau tangisan karena kehilangan menyayat hati, ada sisa kekuatan yang dipertahankan demi sebuah keselamatan. Dan tentang semua itu ada tangan-tangan yang membantu mencari mereka yang tertimpah dan tertimbun reruntuhan, ada sesama yang membuka hati demi perhatian dan pertolongan, ada doa yang dipanjatkan dari sudut-sudut wilayah karena belasara dan cinta, ada tangan terulur yang hadir memberi makanan dan tumpangan, ada cinta yang tidak mampu dijelaskan dengan perkataan tapi tampak dalam tindakan, ada kasih yang tidak sempat terucap tapi hadir dalam kesaksian. Disanalah kasih dan cinta menemukan makna yang sesungguhnya, disanalah kemanusiaan dan kepedulian menemukan kekuataanya daripada rasa takut. 

Gempa mengingatkan kita bahwa kehidupan manusia begitu rapuh. Apa yang pernah kita perjuangkan dengan sejuta tetesan keringat kini hilang seketika, apa yang telah kita bangun bertahun-tahun kini tampak debu dan tanah yang menyelimutinya. Memang hancur lebur dan lenyap dengan hitungan detik. Tetapi semuanya itu tidak menghapus setiap nurani untuk terusik dan pergi berbagi empati dan cinta. Disanalah rasa solidaritas, kasih, persaudaraan, cinta dan harapan masih kuat berdiri, tidak runtuh bersama tembok-tembok bangunan. Ia ada dan selalu hadir disetiap moment atau peristiwa manusia yang terluka dan berduka. Apa yang diperjuangkan dan dibangun bertahun-tahun boleh runtuh dan hilang, tetapi tentang cinta kasih dan litani kebaikan lainnya akan terus hidup. Karena segalah sesuatu boleh hancur dan hilang tetapi semangat untuk bangkit tidak boleh runtuh, semangat untuk bangkit dan berjuang haruslah terpatri kuat dalam nurani terdalam, sebab ada banyak kasih yang sedang datang, ada banyak cinta yang sedang terulur, ada banyak perhatian yang sedang mengalir, ada banyak persaudaraan yang sedang dibangun. 

Bagi mereka yang kehilangan segalanya;  kehilangan rumah, kehilangan harta benda bahkan kehilangan orang-orang terkasih, tidak ada kata-kata yang benar-benar menghapus luka dan air mata. Yang ada adalah sujud diam,  dan bertanya pelan dalam relung jiwa. Mereka seakan mempertanyakan keberadaan Tuhan dalam kehancuran, seakan kata percaya kepada-Nya seketika hilang dari tubuh, seakan kebesaran-Nya tak lagi ada untuk menyertai.  Tetapi dalam kerapuhan dan ketakberdayaan, hanyalah sebuah sujud dihadirat-Nya sambil memohon pengampunan dan belas kasih, serta kekuatan untuk bangkit kembali dan meneruskan perjalanan di atas tanah yang terluka dan berduka. Sujud diam dan tundak memohon berkat dari-Nya untuk meneguhkan hati yang remuk dan menguatkan tubuh yang tergoncang. Dibalik semua kenyataan pahit dan terluka itu, DIA YANG MAHAKUASA pasti hadir dengan cara-Nya sendiri untuk mendengar, membantu dan berjalan bersama melewati masa-masa sulit itu. DIA pasti hadir lewat diri sesama yang menguatkan dan meneguhkan, diri sesama yang berbagi dan menolong, diri sesama yang menopang dan menggendong, diri sesama yang tak pernah lelah untuk peduli. 

Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan harapan bagi mereka yang terdampak, memberikan ketenangan dan kedamaian bagi mereka yang berpulang, memberikan penghiburan bagi mereka yang berduka dan menyertai dan memberkati tanah Flores dalam proses pemulihan. (Alfons H). 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG DIA YANG KUTINGGALKAN

MENYEMBUHKAN LUKA MASA LALU

TERIMA KASIH UNTUKMU