MENYIMAK SEBUAH RASA


Malam sudah larut, detak jam pada dinding kamar sudah menunjukkan pukul 00.00, sebuah tanda pergantian antar waktu yang satu ke waktu yang lain. Bunyi detakkan jarum jam sebagai teman yang setia menemaniku dilarut malam itu, sambil perlahan menghantar seluruh pikiran dan diriku masuk dalam relung terdalam untuk mengurai sebuah rasa yang masih tersimpan, coba menyimak arti sebuah rasa yang sedang ada dan berbisik pelan dikedalaman nurani. 

Ada kalanya kita perlu berhenti sejenak, bukan untuk menyerah pada keadaan tetapi untuk menyimak apa yang dibisikan oleh hati, masuk dalam diri dan coba bersahabat dengan hati untuk mengerti dan memahami tentang apa yang sedang ada dan dirasakan. Sebab tidak semua rasa datang untuk dijelaskan. Ada rasa yang hanya ingin dirasakan, dipahami dan diterima dengan tenang. Dan itu butuh waktu sejenak untuk berdiam sambil menelusuri jalur rasa itu kemana ia bergerak dan bermuara. 

Menyimak arti sebuah rasa berarti belajar mengenali apa yang sebenarnya sedang tumbuh di dalam diri. Rasa bahagia, mungkin mengajarkan kita tentang syukur. Rasa sakit mungkin mengajarkan kita tentang kesabaran. Rasa kehilangan yang mengajarkan kita tentang keikhlasan. Rasa rindu mengajarkan bahwa ada sesuatu yang begitu berarti dalam hidup. Bahkan rasa sakit pun seringkali membawa pesan yang tidak mampu dan tidak sanggup disampaikan dengan kata-kata. 

Terkadang kita terlalu sibuk mencari jawaban di luar, sementara hati sedang berusaha berbicara dari dalam. Kita bertanya mengapa harus ada rindu, mengapa harus ada peduli dan mengapa sebuah perasaan hadir pada waktu yang tidak kita duga? Pada hal mungkin rasa itu hadir bukan untuk segera memiliki jawaban, melainkan membuat kita untuk lebih mengenal diri sendiri. Ketika kita belajar untuk mengenal dengan baik rasa itu, maka sesungguhnya kita sedang menghargai sesuatu yang berarti dalam diri sendiri. 

Malam itu semakin larut, sedang pikiran masih mengikuti alur rasa, tetapi sebuah rasa tidak selalu harus berakhir dengan kepemilikan atau kepunyaan. Ada rasa yang cukup disimpan sebagai doa, ada rasa yang cukup sebagai kenangan. Ada rasa yang mengajak untuk mencintai tanpa menuntut, peduli tanpa memaksa, membiarkan tanpa membenci dan memendam tanpa mengungkapkan. 

Karena itu jangan terburu-buru untuk menghakimi atau mempersalahkan perasaan yang hadir dalam diri. Juga jangan pernah protes pada apa yang sedang dirasakan, tetapi berusaha untuk bersahabat dan berteman. Duduk sejenak bersamanya dikedalaman nurani itu, membiarkan dia berbisik dari relung untuk keluar dalam pikiran, lalu berusaha untuk menemukan sebuah jawaban didalam diam. Tanyakan apa yang ingin diajarkan oleh rasa itu. Sebab dibalik setiap rasa selalu ada cerita, dan dibalik sebuah cerita, ada pelajaran tentang kehidupan. 

Pada akhirnya menyimak arti sebuah rasa adalah perjalanan untuk memahami bahwa hati pun memiliki bahasanya sendiri. Kita hanya cukup hening untuk mendengarkan, cukup dewasa untuk memahaminya dan cukup ikhlas untuk menerimanya. Dibalik semua yang ada dalam hati memiliki maknanya tersendiri. Janganlah melawan ataupun menolak apa yang ada dalam hati. (Alfons H)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG DIA YANG KUTINGGALKAN

MENYEMBUHKAN LUKA MASA LALU

TERIMA KASIH UNTUKMU