KUNJUNGAN SUSTER OMJM KE PAROKI BUKAPITING

Ada begitu banyak cara Tuhan menyapa dan memanggil seseorang untuk mengikuti jalan-Nya. Kadang panggilan itu hadir melalui keluarga, melalui pengalaman hidup, melalui pelayanan ditengah umat dan juga melalui sebuah perjumpaan sederhana dengan seseorang yang menjadi motivasi dan inspirasi. Karena itu setiap perjumpaan yang membawa seseorang untuk semakin mengenal Tuhan, sesungguhnya dapat menjadi ruang tumbuhnya sebuah panggilan. 

Dengan semangat inilah, para suster dari konggregasi Obra Misionera de Jesus Y Maria (OMJM) berkunjung ke paroki Santu Yakobus Rasul-Bukapiting-Alor, guna memperkenalkan konggregasi dan spiritualitas kehidupan konggregasi. Suster Konggregasi OMJM adalah konggregasi religius katolik yang didirikan pada tanggal 14 november 1939 oleh Beata Maria Pilar Izguerdo di kota Madrid-Spanyol. Konggregasi ini resmi menjadi konggregasi keuskupan pada 27 Juli 1961 dan menjadi konggregasi kepausan pada 12 oktober 1981. Konggregasi ini mulai berada kota Kupang sejak tahun 2007 dengan kedatangan beberapa orang suster dari Spanyol, dan pada 23 Februari 2011 resmi memiliki rumah konggregasi dikupang dengan upacara pemberkatan biara oleh Mgr. Petrus Turang. Konggregasi ini berkata di bidang pendidikan, kehidupan doa serta pelayanan kasih kepada masyarakat. 

Dalam kunjungan ke Paroki Bukapiting, para suster menyempatkan diri dan waktu untuk bertemu dengan anak-anak sekolah, baik di sekolah lanjutan tingkat atas maupun tingkat dasar. Ini menjadi sebuah kesempatan penuh sukacita untuk berjumpa dengan anak-anak sekolah sekaligus memperkenalkan lebih dekat kehidupan, spiritual, karya pelayanan dan semangat panggilan yang dihidupi dalam konggregasi OMJM. 
Kehadiran para suster OMJM disekolah dan menyapa para siswa bukan saja sekedar sebuah kunjungan biasa. Ada pesan iman yang hendak ditanamkan; bahwa hidup adalah sebuah perjalanan menuju panggilan dan setiap orang mempunyai tempat dalam rencana kasih Tuhan. Anak-anak diajak untuk mengenal bahwa mengikuti Tuhan tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata tetapi melalui sebuah keberanian untuk menyerahkan diri, melayani sesama dan menggunakan kehidupan sebagai persembahan untuk Tuhan dan sesama. 

Dalam perjumpaan bermakna iman ini, para suster OMJM berbagi cerita dengan siswa-siswi SMA. Mereka berbagi tentang kehidupan membiara, misi dan pelayanan konggregasi, peerjalanan panggilan, serta pengalaman pribadi sebagai seorang biarawati yang bergulat dalam kesetiaan dan ketaatan. Perjumpaan tersebut menjadi ruang dialog yang sangat sederhana tetapi mengandung makna mendalam, baik dari sisi iman maupun sisi sosial kemasyarakatan. Para siswa-siswi belajar mendengarkan pengalaman para suster dan mulai mengenal bahwa kehidupan religius merupakan salah satu jalan yang dapat ditempuh untuk mengabdikan diri pada Tuhan dan manusia. 
Dialog dalam perjumpaan ini menjadi cikal bakal munculnya benih panggilan dalam diri para siswa-siswi. Sebab  panggilan seringkali dimulai dari sebuah benih kecil. Ia tidak selalu langsung terlihat. Ia membutuhkan waktu, doa, pendampingan dan keberanian untuk menjawabnya dari sebuah nurani yang memiliki kemauan. Semoga perjumpaan singkat dan sangat sederhana dengan anak-anak sekolah menjadi sebuah pengalaman iman yang membekas dan kemudian menjadi nyata lewat jawaban dari mereka melalui pemberian diri secara total dalam konggregasi. 

Kunjungan para suster OMJM ke Paroki Bukapiting juga menjadi sebuah pengingat bagi seluruh umat bahwa panggilan hidup bhakti adalah kekayaan dalam gereja dan bagi gereja. Para suster hadir bukan saja sekedar memperkenalkan konggregasi dan misinya, tetapi juga memberi kesaksian bahwa hidup ini tidak hanya selalu berurusan dengan hal-hal duniawi tetapi juga sebuah pelayanan pada Tuhan melalui jalur khusus dalam membiara. Terima kasih para suster OMJM yang telah datang dan berbagi sukacita panggilan hidup membiara di Paroki Bukapiting melalui perjumpaan singkat dan sederhana dengan anak-anak sekolah. Semoga langkah ini menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam menumbuhkan benih-benih panggilan bagi gereja. 

Dari sebuah kunjungan lahirlah perjumpaan. 
Dari sebuah perjumpaan tumbuhlah inspirasi.
Dari sebuah inspirasi, Tuhan dapat menumbuhkan sebuah panggilan. 
(Alfons H)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG DIA YANG KUTINGGALKAN

MENYEMBUHKAN LUKA MASA LALU

TERIMA KASIH UNTUKMU