PILIHAN MENUNTUT KESETIAAN

Pilihan adalah keputusan yang diambil seseorang di antara dua atau lebih kemungkinan untuk menentukan arah hidup, sikap atau tindakan yang ingin dijalani. Pilihan itu selalu lahir dari pertimbangan pikiran, suara hati, pengalaman, nilai-nilai yang diyakini serta harapan untuk masa depan. Dari sini maka dalam kehidupan setiap manusia selalu berhadapan dengan pilihan. Ada pilihan yang mudah diambil tetapi ada juga pilihan yang menuntut keberanian, pengorbanan dan kesetiaan. Terkadang kita harus pandai memilih antara apa yang kita inginkan dan apa yang benar-benar kita butuhkan. Ada juga saatnya kita harus memilih antara mengikuti perasaan atau mendengarkan akal sehat. 
Sementara kesetiaan adalah sikap hati yang tetap teguh pada pilihan, janji, komitmen dan tanggung jawab meskipun harus menghadapi tantangan atau kesulitan atapun godaan. Kesetiaan bukan sekedar ungkapan tetapi membuktikan ungkapan itu melalui tindakan nyata setiap hari. 
Memilih untuk setia berarti berani menerima konsekuensi dari sebuah keputusan. Kita tidak selalu menemukan jalan yang mudah, tidak selalu mengalami kebahagiaan dan tidak selalu mendapatkan jawaban sesuai dengan harapan. Ada saat ketika hati merasa lelah, pikiran dipenuhi keraguan dan keadaan seolah memaksa kita untuk mengambil jalan yang berbeda. Namun ditengah semua situasi itu, kesetiaan mengajak kita untuk berhenti sejenak, melihat kembali alasan mengapa kita memilih dan bertanya kepada diri sendiri apakah keputusan yang telah diambil masih bisa diperjuangkan dan dipertahankan. 

Sesungguhnya kesetiaan tidak menuntut kita untuk menjadi manusia yang sempurna. Kesetiaan justru mengajarkan kita untuk tetap jujur terhadap kelemahan, berani mengakui kesalahan dan bersedia memperbaiki diri. Orang yang setia bukanlah orang yang tidak pernah mengalami godaan untuk berpaling melainkan orang yang mampu mengolah godaan itu dengan kebijaksanaan dan tanggungjawab. Ia memahami bahwa setiap pilihan yang bermakna membutuhkan pengorbanan, kedewasaan dan keteguhan hati. 

Dalam hubungan antar manusia, kesetiaan berarti menjaga kepercayaan yang telah diberikan. Kesetiaan bertumbuh melalui tindakan nyata, kejujuran, penghargaan dan kesediaan untuk tetap hadir ketika keadaan tidak lagi menyenangkan. Kesetiaan juga bukan berarti membenarkan segala sesuatu atau bertahan dalam keadaan yang menghancurkan martabat dan kebaikan diri. Kesetiaan yang sejati harus berjalan bersama kebenaran, penghormatan dan tanggung jawab. Ada kalanya kita perlu mengevaluasi sebuah pilihan, bukan karena kita tidak mampu setia melainkan karena kita perlu memastikan bahwa kesetiaan itu tetap berada dijalan yang benar. 

Demikian pula dalam perjalanan panggilan hidup, kesetiaan merupakan jawaban yang terus diperbarui setiap hari. Ketika seseorang memilih jalan panggilan Tuhan, ia  tidak sedang memilih kehidupan tanpa tantangan. Sebaliknya ia sedang belajar menyerahkan diri pada kehendak Tuhan, bahkan ketika jalan yang ditempuh belum sepenuhnya dipahami. Ada misa penuh sukacita, tetapi ada pula masa sunyi, ketika doa terasa kering dan semangat mulai melemah. Pada saat itulah kesetiaan menemukan maknanya yang terdalam: tetap melangkah dengan iman, bukan karena semuanya mudah melainkan karena percaya bahwa Tuhan tetap menyertai perjalanan dan memampukan keadaan diri yang lemah. 
Pada akhirnya memilih kesetiaa berarti memilih untuk bertanggung jawab atas apa yang telah kita yakini dan janjikan. Kesetiaan tidak selalu memberikan hasil yang segera terlihat, tetapi ia membentuk karakter, mendewasakan cinta dan memperdalam makna sebuah pengabdian. Kita mungkin tidak mampu mengendalikan semua keadaan, tetapi kita selalu dapat belajar menentukan bagaimana kita bersikap di tengah keadaan tersebut. Sebab kesetiaan pertama-tama adalah komitmen yang harus tumbuh dalam diri sendiri. Dan ketika suatu hari kita merasa lelah memperjuangkan pilihan yang telah diambil, kiranya kita tidak terburu-buru untuk menyerah. Semoga kita diberi kebijaksanaan untuk membedakan  antara kelelahan yang membutuhkan istrahat dan keadaan yang memang menuntut perubahan. Sebab tidak semua yang sulit harus ditinggalkan dan tidak semua yang dipertahankan harus terus dijalani tanpa pertimbangan. (Alfons H)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG DIA YANG KUTINGGALKAN

MENYEMBUHKAN LUKA MASA LALU

PELANTIKAN BADAN PENGURUS THS-THM RANTING SAYORA